BeritaPrima.com – Studi di Amerika, yang disponsori oleh National Institute for Mental Health, menyatakan bahaya media sosial yang marak digunakan saat ini. Dikutip dari Sugarscape, studi tersebut mengungkapkan ada hubungan antara meningkatnya stres seseorang dengan frekuensi pemantauan media sosial.
“Seseorang yang selalu mengikuti Twitter dan Instagram akan sangat akrab dengan perasaan melihat kesempurnaan yang ditampilkan orang lain, seperti pakaian mereka, akhir pekan yang sangat menyenangkan, atau bahkan sesederhana sarapan yang enak. Ketika kalian duduk di rumah saja, ada perasaan hancur dan kesepian. Terkadang, hal tersebut akan membuat kalian benar-benar terpuruk, stres dan menggila,” tulis laporan studi tersebut.
Penelitian tersebut dilakukan kepada 1.787 anak muda, usia antara 19 hingga 32 tahun. Penggunaan media sosial diukur dari jumlah waktu menggunakan media sosial setiap harinya, per minggunya, dan skor frekuensi global berdasarkan Pew Internet Research Questionnaire. Sementara tingkat depresi diukur dengan formulir pengukuran depresi pasien.
Hasilnya, terdapat pengaruh yang jelas antara penggunaan media sosial dengan tingkatan depresi seseorang. Mereka yang lebih sering menggunakan media sosial memiliki tingkat depresi yang tinggi, signifikan, dan kuat.
BeritaPrima.com Bicara Fakta