Maswadi mengatakan bukan tidak mungkin Risma nantinya maju sebagai calon gubernur Jakarta seperti yang diramai didukung oleh tujuh partai yang sudah menggagas pembentukan Koalisi Kekeluargaan. Namun maju atau tidaknya Risma sangat tergantung pada instruksi Megawati karena posisi Risma sebagai kader PDIP yang harus mentaati keputusan sang ketua umum.
Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko mengatakan sampai saat ini masih terus dirapatkan ihwal siapa cagub Jakarta yang akan diusung oleh partainya, termasuk oleh partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan.
“PDIP masih terus mencari nama yang pas untuk diusung. Yang jelas calon yang akan diusung nanti yaitu yang sejalan dengan PDIP dan juga pemerintah pusat. Calon yang diusung tidak bisa dilepaskan dari keterkaitan dengan pemerintah pusat di Jakarta,” tutur Budiman, Kamis malam (11/8).
Budiman mengakui sejauh ini memang baru ada dua nama bakal calon gubernur Jakarta yang kuat dibicarakan yaitu Ahok dan Risma. Kedua tokoh tersebut, menurut Budiman masih memiliki peluang yang sama untuk bisa diusung oleh PDIP. “Ibu Mega sebagai ketua umum yang nanti memutuskan,” ucap anggota Komisi II DPR ini.
Dukungan kepada Risma untuk maju sebagai calon orang nomor satu di Jakarta, selain disuarakan oleh sebagian besar kader PDIP juga mendapat dukungan suara dari PPP, PAN, Demokrat, PKS, PKB, dan Gerindra. Ketujuh partai itu sudah membentuk Koalisi Kekeluargaan namun belum memiliki kontrak politik hitam di atas putih.
BeritaPrima.com Bicara Fakta