BeritaPrima.com, Ankara – Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menuturkan, testimoni dari para tersangka yang ditangkap terkait upaya kudeta militer menunjukkan keterlibatan langsung Fethullah Gulen. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan tuduhan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan.
|
Berita Terkait
|
Pun begitu, pemerintah Turki disebut Yildirim belum secara resmi mengajukan permintaan ekstradisi terhadap ulama yang kini tinggal di Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) tersebut. Namun, permintaan akan segera diajukan jika penyelidikan terhadap para tersangka telah selesai.
Suksesor Ahmet Davutoglu itu berharap Negeri Paman Sam akan bekerja sama jika permintaan sudah secara resmi diajukan. Yildirim memberi sinyal bahwa kemitraan strategis antara kedua negara menjadi pertaruhan jika permintaan ekstradisi tidak dikabulkan.
“Turki dan AS memiliki relasi yang baik, sekutu, dan mitra strategis sejak lama. Kami tidak yakin mereka akan membela pemimpin organisasi teroris,” ujar Yildirim, sebagaiamana diberitakan The Guardian, Rabu (27/7/2016).
“Tentu saja, karena pemimpin organisasi teroris ini sekarang tinggal di AS, muncul pertanyaan di benak orang-orang apakah AS terlibat atau mendukung kudeta tersebut. Dari sudut pandang ini, AS harus memikirkan kerjasama jangka panjang dengan Turki,” sambungnya.
Yildirim menduga Jenderal Hulusi Akar, diminta untuk menelefon Gulen agar yakin untuk memimpin upaya kudeta. Hulusi Akar sendiri disandera oleh sejumlah tentara saat kudeta militer berlangsung pada Jumat 15 Juli 2016.
“Dari pernyataan awal yang kita tahu adalah kudeta ini telah direncanakan sejak lama. Mereka ingin mengambil alih selangkah demi selangkah. Ketika mereka menculik Jenderal Akar, mereka mengatakan akan berbicara dengan Gulen lewat telefon agar dia bisa bergabung dalam gerakan tersebut,” tutup Yildirim. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta