Tinggalkan Golkar, Bupati Malang Diangkat Jadi Ketua NasDem Jawa Timur - BeritaPrima.com
Rabu , 19 Oktober 2016
Bupati-Malang-rendra-kresna

Tinggalkan Golkar, Bupati Malang Diangkat Jadi Ketua NasDem Jawa Timur

BeritaPrima.com, Surabaya - Bupati Malang Rendra Kresna telah mendapatkan surat keputusan (SK) menjadi Ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur menggantikan Effendy Choirie. Rendra juga akan dilantik langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

“Kakak Rendra sudah mendapatkan SK kemarin. Nanti dilantik langsung oleh Ketua Umum Pak Surya Paloh Minngu besok,” kata Effendy Choirie kepada wartawan di sela-sela acara Sekolah Legislatif dan Sekolah kader ‘Save Jawa Timur’ dari Narkoba, Korupsi, Terorisme, Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Hotel Mercure Surabaya, Jumat (12/8/2016).

Ia mengatakan, acara tersebut salah satu bentuk penyambutan ketua baru. “Cara kami untuk menyambut kegiatan ini dengan tema yang ada ini, untuk akan datang dilanjutkan sebagai gerakan,” tuturnya.

Mantan politisi PKB ini menyampaikan, pada saat pelantikan ketua baru nanti pada Minggu (14/8/2016) di gedung Jatim Expo, Jalan A Yani, akan dihadiri sekitar 6 ribu orang kader Partai NasDem se-Jawa Timur. Ketua Umum Surya paloh dan pengurus DPP Partai NasDem juga akan hadir.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta ketua parpol di Jatim juga diundang di acara pelantikan itu.

“Harapan saya dengan kepemimpinan Pak Rendra, NasDem lebih maju, NasDem lebih kompak, lebih bersatu untuk mencapai targetnya,” jelasnya.

Sementara itu, Rendra Kresna mengatakan, selama kepemimpinannya nanti, dirinya tidak membicarakan berapa jumlah kursi yang diraih di Pemilu Legislatif nanti. “Saya tidak bicara kursi. Tapi saya ingin NasDem di Jatim targetnya minimal 3 besar,” terangnya.

Rendra yang sebelumnya menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang ini menegaskan, dirinya sudah mengundurkan diri dari Golkar. Surat pengunduran dirinya sudah dilayangkan ke DPP, DPD Provinsi dan DPD Kabupaten Kota Partai Golkar.

“Di dalam AD ART partai politik apapun, seseorang keluar dari partainya ada tiga. Pertama, meinggal dunia. Kedua, mengundurkan diri. Ketiga, diberhentikan. Kalau diberhentikan ada pembahasan bahkan yang bersangkutan masih bisa membela diri pada saat kongres atau munas,” tuturnya.

“Jadi mengundurkan diri berbeda dengan diberhentikan,” tegasnya.

Ia juga membeberkan alasan pengunduran dirinya dari Golkar dan memilih berganti baju warna biru NasDem.

“Ke depan, semakin majunya suatu bangsa, maka orang memilih partai tidak lagi hanya karena ideologi partainya. Tapi apakah visi misi programnya sesuai dengan keinginan masyarakat,” katanya.

“Kalau masyarakat merasakan sama keinginannya dengan program partai, maka pasti dia pilih. Jadi tidak ada istilah kutu loncat, ganti baju,” tandasnya. (dik)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *