Warga Bogor Buat Petisi Tolak Sistem Satu Arah
BeritaPrima.com, Bogor - Pemberlakuan uji coba sistem satu arah (SSA) di seputaran Kebun Raya dan Istana Kepresidenan Bogor oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sejak 1 April menuai berbagai penolakan dari warga Kota Bogor.
|
Pilihan Redaksi
|
Tak hanya para sopir angkot yang menolak kebijakan Pemkot Bogor terkait SSA. Kini, salah satu warga Bogor, Nugroho Saputro, menolak kebijakan tersebut. Ia pun membuat sebuah petisi untuk menolak kebijakan SSA.
Petisi tersebut di-posting Nugroho melalui change.org (https://www.change.org/p/pemerintah-kota-bogor-hentikan-uji-coba-sistem-satu-arah-bogor-dan-kembalikan-jalur-seperti-semula?recruiter=523117232&utm_source=share_petition&utm_medium=whatsapp) pada Kamis (7/4/2016).
Dalam laman situs tersebut, Nugroho menyebutkan 16 poin yang dianggap tidak memberikan solusi atas kemacetan dan malah memberikan banyak efek tidak menguntungkan. Efek tersebut di antaranya SSA adalah kebijakan yang diambil dengan sangat terburu-buru tanpa kajian mendalam yang melibatkan banyak pihak, kurangnya sosialisasi, tidak ada simulasi, dan kebijakan yang diambil tanpa berusaha untuk memperbaiki sistem yang ada.
Kedua, seharusnya SSA sebelum melakukan uji coba, pihak pemkot membuat simulasi terlebih dahulu dan melakukan sosialisasi. Pemkot Bogor juga seharusnya mengadakan dialog dengan masyarakat dengan melibatkan banyak pihak.
Ketiga, kajian pemberlakuan SSA tidak transparan atau dengan kata lain pihak Pemkot Bogor tidak menjelaskan secara rinci alasan, kajian secara ilmiah dengan data-data kuantitatif bahwa sistem satu arah akan efektif.
Informasi yang beredar dari sosialisasi dan media, kajian ini hanya dilakukan jajaran Dinas Perhubungan dan Pemkot Bogor.
Dari poin-poin tersebut, jelas kebijakan uji coba SSA tidak memberikan efek yang menguntungkan. Bahkan, SSA lebih terlihat sebagai kebijakan “egois” dari pemangku jabatan Pemkot Bogor.
Kebijakan uji coba SSA harus segera dihentikan serta menuntut perbaikan pelayanan lalu lintas dengan penegakan rambu-rambu lalu lintas. Hingga Kamis sore, petisi tersebut sudah ditandatangani 109 orang.
Sebelumnya, ratusan sopir angkot secara serempak melakukan mogok beroperasi di berbagai tempat di ruas jalan Kota Bogor. Para sopir menilai pemberlakuan uji coba SSA di seputaran Kebun Raya dan Istana Kepesidenan membuat pendapatan mereka menurun karena sejumlah trayek angkot bersinggungan dengan trayek lainnya. (feb)


