Dokter dari RS jantung Harapan Kita ini menjelaskan, saat tidur denyut jantung seseorang kan menjadi lambat. Saat berdenyut lambat itulah bisa muncul denyut jantung yang prematur sehingga mengganggu irama jantung.
“Denyut prematur mencetuskan kelainan irama. Gejalanya berdebar cepat dan pingsan,” kata Yoga.
Yoga mengatakan, sindrom brugada ini bisa terjadi pada usia muda, umumnya laki-laki. Faktor risiko brugada sejauh ini diduga karena genetik atau ada riwayat keluarga yang pernah mengalami kematian mendadak di usia muda.
Selain sindrom brugada, serangan jantung saat tidur juga bisa terjadi. Serangan jantung karena tersumbatnya pembuluh darah koroner kini mulai banyak ditemui pada usia muda.
Yoga mengingatkan, jika memiliki riwayat keluarga meninggal karena serangan jantung di usia muda, rajinlah cek kesehatan. Hindari juga faktor risiko terjadinya serangan jantung dengan menjaga pola makan sehat, rajin olahraga, dan tidak merokok. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta