BeritaPrima.com - Sejumlah hacker misterius yang bekerja sama dengan pemerintah asing berusaha menyusup dalam kampanye presiden Amerika Serikat (AS). Serangan siber akan semakin marak menjelang pemilihan presiden pada musim panas tahun ini. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Intelijen Nasional AS.
|
Berita Terkait
|
“Kami sudah memiliki beberapa indikasi terkait serangan siber tersebut. Karena itu, kami akan terus mengantisipasi serangan tersebut” ujar James Clapper, Direktur Intelijen Nasional, dalam acara di Pusat Kebijakan Bipartisan, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Kamis (19/5/2016).
Kendati demikian, Clapper tidak memberikan rincian tentang kandidat manakah yang akan diserang para hacker ataupun bagaimana cara pihak intelijen AS mendeteksi serangan tersebut.
Menurut Clapper, tindakan hacker tersebut memiliki berbagai tujuan, selain untuk memata-matai, juga untuk perusakan dan pengacauan. Para hacker mungkin saja melancarkan aksinya di bawah proteksi pihak asing.
Sebelumnya, dalam kampanye pemilihan Presiden AS 2008 dan 2012, sejumlah hacker sempat berusaha mencuri data pribadi seperti email Barack Obama dan rivalnya serta sejumlah informasi rahasia lainnya. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta