Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Sabtu , 23 Juli 2016
Mike Pence

Kandidat Cawapres Trump Serukan Tes Syariah Bagi Muslim

BeritaPrima.com – Newt Gingrich, mantan ketua Parlemen Amerika Serikat (AS) yang juga merupakan kandidat potensial calon wakil presiden menemani kandidat Partai Republik yaknk Donald Trump, mendesak diberlakukannya ujian bagi setiap Muslim di AS untuk mengetahui keyakinan mereka akan hukum syariat.

“Kita harus menguji setiap orang di sini (AS) yang memiliki latar belakang Muslim untuk mengetahui apakah dia meyakini syariat, hukum Islam, mereka harus dideportasi,” kata Newt dalam wawancara dengan Fox News, sebagaimana dilansir NBC, Jumat (15/7/2016).

“Syariat tidak cocok dengan peradaban Barat,” lanjut Newt, “Muslim yang telah melupakan syariat akan diterima dengan senang hati sebagai warga negara.”

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa setiap orang yang mengunjungi laman-laman yang mendukung ISIS, Al Qaeda, atau kelompok teroris lainnya harus dianggap sebagai penjahat dan dijebloskan ke penjara.

Pernyataan ini disampaikan Newt terkait peristiwa teror yang baru saja terjadi di Nice, Prancis, pada 14 Juli 2016.

Seorang pria keturunan Tunisia Mohamed Lahouaiej Bouhlel mengemudikan truk besar sambil melepaskan tembakan ke arah kerumunan orang yang baru saja selesai menyaksikan pertunjukan kembang api dalam perayaan Hari Nasional Prancis, Bastille Day, mengakibatkan sedikitnya 84 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) mengecam pernyataan dari Newt untuk menguji warga Muslim AS tersebut sekaligus mengutuk terjadinya serangan teror truk di Nice.

Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad, mengatakan apa yang disampaikan Newt menunjukkan bahwa dia telah mengikuti keinginan para teroris dan mengkhianati nilai-nilai yang dipegang AS.

“Saat mantan pimpinan parlemen Newt Gingrich mengusulkan setiap Muslim untuk menjadi subjek ujian keagamaan bergaya pemeriksaan dan mengusir mereka dari rumah dan negara mereka, dia mengikuti keinginan para perekrut teroris dan mengkhianati nilai-nilai Amerika yang dia katakan dia pegang,” kata Nihad. (aud)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *