Ia mengatakan, harga daging di Malaysia bisa mencapai Rp 80.000 per kilogram karena daging yang dijual di negara itu bukan daging sapi lokal.
Teguh menyebut, daging sapi di Malaysia adalah daging kerbau yang diimpor dari India.
“Jadi seandainya saya yang ditugaskan Presiden ke Malaysia, saya akan mengatakan itu adalah daging kerbau impor dari India. Kalau Malaysia, dia tidak punya peternakan rakyat,” tuturnya.
Teguh mengungkapkan, harga daging sapi Rp 80.000 per kilogram hanya bisa dicapai untuk jenis daging kebutuhan manufaktur, bukan secondary cut yang dikonsumsi masyarakat.
“Itu (daging sapi manufaktur) untuk sosis yang orang tidak lihat bentuk aslinya. Kalau itu, tidak usah Presiden memerintahkan, harganya memang Rp 80.000,” ungkap Teguh. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta