Dia menjelaskan bahwa dua wanita tadi kerap melihat smartphone dengan posisi miring. Sehingga tanpa sadar hanya menggunakan satu mata—sebab mata yang lain tertutupi oleh bantal—saat melihat smartphone di kamar tidur yang gelap.
“Jadi hanya satu mata yang disesuaikan dengan cahaya sedang mata lainnya disesuaikan dengan kegelapan,” lanjutnya.
Sehingga, ketika smartphone di matikan, salah satu mata yang tadinya melihat cahaya terang dari ponsel, tak dapat beradaptasi langsung dengan kegelapan. Sehingga mata perlu beradaptasi dengan perubahan dan menyebabkan kebutaan untuk sementara.
Namun Plant mengatakan, kebutaan sementara tersebut sebenarnya mudah dihindari, jika seseorang melihat smartphone di kamar yang gelap dengan kedua mata.
BeritaPrima.com Bicara Fakta