BeritaPrima.com, Medan - Ayah kandung Ivan Armadi Hasugian (18), menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat atas aksi percobaan bom bunuh diri yang dilakukan anaknya, di Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan, pada Minggu 28 Agustus 2016 lalu.
S.M Hasugian, ayah kandung Ivan Armadi Hasugian, mengatakan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak mengetahui kenapa anaknya sampai nekat melakukan percobaan bom bunuh diri pada, Minggu (28/08/2016).
“Tidak ada keinginan keluarga untuk memecah belah umat beragama. Karena saya bersaudara ada empat orang, dua kristen dan dua muslim. Sedangkan ibu Ivan Armadi sembilan bersaudara, dan hanya dia saja yang muslim. Saudaranya yang lain beragama kristen. Kami meminta maaf atas peristiwa ini kepada seluruh umat kristiani khususnya umat Katolik yang saat terjadi insiden berada di Gereja Katolik Santo Yosep,” katanya S.M. Hasugian, didampingi ibu kandung pelaku, ketika menggelar konferensi pers yang diadakan DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Medan, Kamis (01/09/2016).
Ditambahkannya, keluarga sangat menyesalkan kejadian itu. Mereka merasa kurang dalam melakukan pengawasan terhadap anak kandungnya.
“Kami sebagai orang tua merasa kurang mampu dalam mengawasi anak-anak. Karena Ivan Armadi masih berusia 17 tahun dan masih berkembang. Kami meminta maaf atas peristiwa ini,” ucap S.M. Hasugian, berkali-kali sambil berlinang air mata, sembari berpesan agar kejadian ini tidak terjadi pada orang tua lainnya yang punya anak sebaya dengan anak kandungnya Ivan Armadi Hasugian.
“Mudah-mudahan ini tak terulang lagi. Dan tidak terjadi lagi peristiwa serupa di negara kita ini,” ujarnya.
Selain itu, S.M. Hasugian, berharap agar pihak Pastoran Uskup Agung bisa memaafkan peristiwa yang melibatkan anaknya.
Sementara Ibu kandung Ivan Armadi Hasugian, Arista br Purba, tampak tak bisa menahan tangis saat menyampaikan permintaan maaf. Dengan suara bergetar sedikit parau, Arista juga meminta maaf kepada selruh umat beragama atas perbuatan anaknya.
“Saya sebagai ibu Ivan, meminta maaf sebesar-besarnya dan sedalam-dalamnya terutama kepada bapak Pastor Albert Pandiangan. Sebagai mamanya saya lah yang salah, mungkin saya kurang dalam mengawasi anak saya,” katanya sambil menyeka air mata yang menetes dipipi
Sedangkan, kuasa hukum Ivan Armadi Hasugian, Rizal Sihombing, dalam kesempatan tersebut mengatakan permohonan maaf secara khusus ke pihak Pastoran sudah disampaikan keluarga.
“Pihak pastor menyerahkan ke pihak keuskupan. Tetapi oleh karena pihak Uskup sedang berada di luar kota, maka kami akan datang kembali ke keuskupan tanggal 5 September nanti,” terang Rizal. (dyn)
BeritaPrima.com Bicara Fakta