Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Rabu , 27 Juli 2016
walikotaperempuan

Begini Ketika Para Wali Kota Perempuan Asia-Pasifik Kumpul Di Surabaya

BeritaPrima.com, Surabaya - Mendorong perempuan untuk memiliki kemandirian dan kemampuan untuk menjadi pemimpin, hal itulah yang ingin ditonjolkan dalam kegiatan City Mayor Forum yang diikuti oleh semua pemimpin perempuan se-Indonesia dan Asia-Pasifik.

Beberapa masalah yang menjadi perhatian dalam acara ini, seperti masalah kejahatan seksual terhadap anak, yang korbannya didominasi oleh perempuan.

Kegiatan yang diikuti kurang lebih 150 perempuan ini dilaksanakan di lantai VI kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Minggu (24/7).

Hadir pula dalam acara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan beberapa wali kota dari kota-kota di Indonesia. Serta wali kota dari negara di Asia Pasifik seperti Filipina dan Malaysia. Juga dari Eropa seperti Rusia.

Mereka juga menjadi delegasi agenda The Third Session Preparatory Committe (Prepcom 3 for Habitat III di Surabaya yang akan dimulai Senin (25/7).

Acara yang berlangsung selama tiga jam ini, dikemas menarik sehingga para tamu pun yang turut hadir tidak merasa jenuh.

Dikemas semi talk-show, kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama para pembicara adalah Wali Kota Surabaya, Wali Kota Sorsogon dari Filipina Sally Ante-Lee dan Wali Kota Sebrang Perai dari Malaysia dengan moderator Aisa Kacyira, Deputi Executive Director UN Habitat.

Sedangkan untuk sesi kedua, diisi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Fianarantsoa dari Madagaskar, Irma Juliandres dengan moderator Erna Witoelar, vice chair kemitraan Habitat.

Sesi dialog yang berlangsung hikmat ini juga mengundang berbagai pertanyaan dari para tamu yang merupakan warga Surabaya. Meski tidak banyak pertanyaan yang terlontar dari para warga Surabaya ini, namun mereka sangat serius untuk mendengarkan.

Sekretaris Jenderal United Cities and Local Governemet Nations Asia Pacific (UCLG ASPAC), Bernadia Irawati Tjandradewi mengatakan, jumlah pemimpin perempuan di Indonesia memang masih sangat sedikit.

Menurutnya, dari sekitar 500 kota/kabupaten yang ada di Indonesia, kurang dari 20 orang perempuan yang menjabat sebagai bupati/wali kota. “Jumlah itu terlalu seidkit dan sangat kurang sekali,” katanya.

Melalui dialog ini, akan tercipta semangat untuk tergerak menjadi pemimpin. Tampilnya pemimpin perempuan tidak hanya sekadar karena gender, tetapi memang memiliki kedekatan dengan masyarakat dan juga melawan politik uang.

“Kami berharap, dengan adanya forum ini, akan ada lebih banyak perempuan yang terinspirasi dan termotivasi untuk menjadi pemimpin. Apakag itu menjadi wali kota/bupati atau DPRD. Dan itu bisa dimulai dari level RW. Yang terpenting harus dekat dengan masyarakat, karena itu kunci utama,” terang Bernadia.

Tidak hanya itu, Bernadia juga mengapresiasi keuletan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dia mengakui bahwa Rsima merupakan sosok perempuan tanguh yang luar biasa tanpa mengenal rasa lelah. Sebab, tidak jarang Risma terlihat masih sibuk pada malam hari untuk mengecek smeua pekerjaan.

“She check everything last night. Itu menurut saya luar biasa,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menambahkan, melalui forum ini banyak ilmu dan wawasan yang akan didapatkan. Seperti tentang kuota perempuan dalam parlemen. Bahwa di Afrika, kuota untuk perempuan itu hanya 50 persen saja.

Sementara itu di sini masih 30 persen. Bila dikaitkan dengan Kota Pahlawan, perempuan tidak perlu merasa takut bila ingin menjadi pemimpin yang tentunya melalui jalur politik.

“Kalau di Afrika memang mereka sengaja membentuk forum wali kota perempuan, dan mereka bisa share semua masalah perkotaan. Kalau untuk Surabaya, kita bisa sharing bahwa perempuan itu tidak perlu takut ke politik yang seolah itu maskulin. Dengan adanya ini, perempuan Surabaya didorong untuk maju,” kata mantan kepala Bapekko Surabaya ini. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *