BeritaPrima.com - “Anda tidak bisa membantah atau menjelaskan secara rasional mengapa itu terjadi. Itu tidak membantu. Itu hanya rasa frustrasi pasien. Entah bagaimana, mereka tahu ketika Anda berbicara merendahkan mereka, atau tidak menanggapinya dengan serius, atau memperlakukan mereka dengan cara yang tidak terhormat,” kata Lisa P. Gwyther, profesor di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Duke University dan direktur Duke Aging Program Family Support Center.
|
Berita Terkait
|
Gejala utama penyakit kejiwaan Alzheimer termasuk halusinasi dan delusi, yang biasanya terjadi pada tahap demensia pertengahan, menurut Alzheimer’s Foundation of America. Sekitar 40 persen pasien demensia mengalami delusi, sementara halusinasi terjadi pada sekitar 25 persen kasus.
Sedangkan Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan, rasa kesepian bisa memicu gangguan mental lainnya, tidak hanya utk lansia tapi juga yg muda usia.
Itulah sebabnya, lingkaran sosial yang dekat dan akrab itu dibutuhkan siapa saja. Pada lansia kemungkinannya yang lebih besar bukan delusi, tapi perasaan sedih atau murung.
Senada dengan Gwyther, Diantini juga mengatakan bahwa perasaan dan pikiran yang muncul pada lansia dengan gangguan mental ini memang subjektif.
Jika Anda melihat lansia yang sering mengeluh kemudian jadi sakit-sakitan, maka kemungkinan rasa kesepian memberi kontribusi pada kondisinya itu.
BeritaPrima.com Bicara Fakta