Menanggapi penelitian ini, Eliza Nelson, seorang peneliti di Florida International University yang tidak terlibat dalam penelitian ini menekankan, orangtua harus mengartikan penelitian lebih hati-hati. Sebab, tidak ada satu ukuran cocok untuk semua pola perkembangan motorik anak.
“Anak-anak tidak selalu lebih pintar saat perkembangan motorik mereka cepat. Perkembangan motorik anak jelas berbeda-beda, selama masih dalam rentang yang sehat, semua akan baik-baik saja,” tambah Jana Iverson, seorang peneliti psikologi di University of Pittsburgh yang juga tidak terlibat dalam penelitian ini.
Hanya saja, kemampuan berdiri dan berjalan memang dapat mempengaruhi perkembangan bahasa, karena bayi dapat berkomunikasi lebih banyak dengan semakin banyaknya objek yang dapat mereka gapai,” kata Iverson.
“Duduk dan merangkak juga mengubah cara bayi memahami dunia di sekitar mereka.”
Walau begitu, orangtua dapat menggunakan tonggak keterampilan motorik ini sebagai kesempatan untuk membantu anak-anak untuk mencapai perkembangan bahasa dan keterampilan kognitif yang baik.
“Misalnya saja, jika bayi merangkak ke sisi ruangan untuk menggapai sebuah objek, berbicaralah dengannya tentang hal tersebut, atau jika bayi berdiri sambil memegang mainan, segera buat kontak mata lalu komentari mainan tersebut. Hal ini perlu dilakukan orangtua atau pengasuh agar bayi belajar komunikasi dan sosialisasi sedini mungkin,” kata Iverson.
“Jenis-jenis komunikasi yang kaya juga mempengaruhi perkembangan kognitif dan bahasa bayi dengan cara yang positif,” tambah Iverson. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta