BeritaPrima.com, Medan - Sikap kebrutalan dan anarkis yang dipertontonkan para prajurit TNI AU Lanud Soewondo ketika terjadi bentrok dengan warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, pada Senin (15/8/2016), sungguh tragis.
Rakyat yang seharusnya dilindungi TNI justru terbalik menjadi musuh TNI demi membela kepentingan pribadi oknum tertentu dibalik peristiwa sengketa tanah seluas dua hektar di sekitar eks Bandara Polonia.
Ironisnya slogan yang digandang-gandang semasa orde baru ‘TNI Dari Rakyat dan Untuk Rakyat’ tak terlihat lagi saat berlangsung bentrok antara prajurit TNI AU Lanud Soewondo dengan warga Sari Rejo tersebut.
Hal ini terungkap dalam rekaman CCTV yang diunduh warga ketika terjadi bentrok. Dimana tampak beberapa anggota TNI AU berpakaian dinas lengkap masuk ke dalam masjid Al Hasanah, yang terletak Jalan Teratai, Kelurahan Sari Rejo.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab hingga para prajurit TNI AU tersebut melakukan aksi refresif terhadap jama’ah di dalam Mesjid yang baru usai melaksanakan shalat Ashar.
Namun dari rekaman CCTV terlihat prajurit TNI AU melakukan aksi pemukulan terhadap seorang pemuda yang sebelumnya mereka seret dari dalam masjid.
Rekaman CCTV ini telah menyebar luas di masyarakat. Bahkan di medsos seperti fb dan youtube video kebringasan prajurit TNI AU ini mendapat kecaman dan kritik dari netizen.
Banyak masyarakat mengatakan kebrutalan prajurit TNI AU kepada warga dilakukan tanpa mengindahkan etika dan adab di rumah ibadah.
Namun sayangnya, terkait beredarnya video kebrutalan tersebut, belum ada klarifikasi resmi dari pihak TNI AU. (dyn)
BeritaPrima.com Bicara Fakta