Secara khusus, mantan anggota DPR ini mengucapkan terima kasih atas beasiswa Darul Ifta pada 40 mahasiswa Indonesia setiap tahunnya untuk mendapatkan pelatihan pembuatan fatwa. Studi ini akan menciptakan calon ulama di Indonesia yang memiliki pemahaman dan pengetahuan memadai tentang seluk beluk pembuatan fatwa yang benar dan berimbang. Dan tahun 2016 ini, pelatihan pembuatan fatwa di Darul Ifta sudah mencapai angkatan ke-9.
Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Act, Sekjen Darul Ifta, Amru Wardani dan Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Kairo Lauti Nia Astri Sutedja. Untuk diketahui, beberapa kegiatan Darul Ifta yang terkait dengan penyebaran fatwa antara lain penerbitan majalah ilmiah tentang fatwa dan isu-isu keagamaan, serta penerbitkan buku mengenai 20 isu keagamaan yang ditulis dalam bahasa Arab, Inggris dan Prancis. Buku-buku ini nantinya akan disebar ke seluruh dunia.
Sasaran buku ini adalah penyebaran pemahaman islam moderat bagi para pemuda. Selain itu, Darul Ifta ikut andil melakukan kontra terhadap ajaran radikal yang dimotori kelompok teror ISIS. Tulisan yang bertajuk ‘ISIS di bawah teleskop’ disiapkan secara daring untuk memerangi pemahaman radikal ISIS.
Darul Ifta juga memiliki laman Facebook berjudul “Not in the name of Muslims” yang diluncurkan pada November 2015. Laman ini dibuat untuk membendung Islamophobia di barat pasca serangan teroris di Paris dan jatuhnya pesawat Rusia di Sharm El-Sheikh. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta