BMKG: Kabut Asap Di Jakarta Bukan dari Kebakaran Hutan
BeritaPrima.com, Jakarta — Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga Bogor Dedi Sucahyono menjelaskan, kabut asap yang meliputi Kota Bogor dan sejumlah wilayah di Jawa bagian barat sejak Minggu (25/10/2015) disebabkan oleh polusi haze atau cuaca kabur dari dampak polusi kendaraan bermotor dan aktivitas industri dan rumah tangga.
“Yang jelas bukan dari asap kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan,” ungkap Dedi, saat dihubungi, Selasa (27/10/2015).
Dedi mengatakan, haze merupakan partikel-partikel kering yang sangat halus dan mengambang bersama udara. Fenomena ini biasanya disebabkan sisa polusi kendaraan yang pada akhirnya turun kembali ke permukaan bumi.
Haze, lanjutnya, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, kata Dedi, jika dalam jumlah besar, partikel haze bisa mengaburkan jarak pandang seperti kabut asap.
“Kondisi ini umum terjadi, apalagi saat ini di Bogor ada awan menengah yang menghalangi sehingga sinar matahari jadi tertutup,” ujarnya.
Kondisi demikian juga terjadi di wilayah Jakarta. Tingginya jumlah aktivitas kendaraan, kemacetan, aktivitas pabrik dan rumah tangga, menyebabkan udara di wilayah Ibu Kota tertutup partikel haze.
Sejak Minggu, kabut tipis menyelimuti langit di Kota Bogor. Beberapa warga menduga kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
“Sejak kemarin langit tertutup kabut. Langitnya buram tidak hujan, tetapi panas,” kata Nyoman, warga Baranangsiang, Kota Bogor. (feb)

