Boko Haram Kembali Bantai 1.000 Orang Di Nigeria
BeritaPrima, Baga - Pejuang Boko Haram oleh sumber valid dilaporkan membantai lebih dari 1.000 orang dalam serangan di tengah kota dan pangkalan militer Nigeria, Kamis (9/1/2015) malam. Dilansir dari situs Yahoo News, para anggota Boko Haram itu awalnya mengepung kota Baga dan markas militer multinasional (MNJTF) yang terdiri dari pasukan Nigeria, Niger, dan Chad sejak Sabtu pekan lalu.
“Ketika para ekstremis Boko Haram mengambil alih kota di tepi Danau Chad, korban awalnya langsung 100 penduduk tewas,” ujar Bupati setempat, Abba Hassan.
Tak puas menggempur Danau Chad, para militan berpindah lalu meratakan beberapa kota dan desa di negara bagian Borno pada hari-hari selanjutnya. Kepala Daerah Kukawa mengatakan Boko Haram dipastikan membakar habis 16 kota dan desa.
Kombinasi korban inilah dasar perhitungan pemerintah setempat menyimpulkan lebih dari seribu warganya tewas. Sampai sekarang, Kepolisian Nigeria mencatat 2.000 orang dilaporkan hilang.
Koran The New Republic menilai Amerika Serikat bertanggung jawab karena tidak menyediakan bantuan memadai bagi Nigeria. Boko Haram pun dinilai melakukan terorisme terparah sepanjang sejarah.
Akibat dari serangan-serangan tersebut, sedikitnya 30 ribu orang melarikan diri atau terjebak di pulau-pulau sekitar Danau Chad.
Kelompok bersenjata ini selama enam bulan terakhir telah menghanguskan lebih dari dua lusin kota di timur laut Nigeria. Mereka juga mengontrol tiga daerah perbatasan Borno dengan Niger, Chad, dan Kamerun.
Para ekstremis Boko Haram ini mengaku menggunakan bom bensin dan bahan peledak untuk menghancurkan Baga dan desa-desa sekitar Danau Chad.
Boko Haram adalah gerakan pecahanan Al Qaidah yang memulai debut di Afrika pada 2009. Sasaran mereka terutama infrastruktur militer pemerintah Nigeria.
Nama organisasi militan ini, secara harfiah, adalah ‘pendidikan Barat itu terlarang’. Oleh sebab itu, tentara Boko Haram secara sistematis menyerang sekolah-sekolah. Aksi mereka pada 2014 yang paling terkenal adalah menculik 200 siswi SMP Kristen, lalu memaksa para korban pindah agama.
Tak mau kalah dari ISIS, pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau memproklamirkan negara Islam Nigeria Oktober 2014.
Imbas dari merajalelanya Boko Haram, Presiden Nigeria Jonathan Goodluck mendapat kecaman rakyatnya, maupun lembaga swadaya hak asasi. Dia dianggap lamban menangani serangan teror kelompok militan itu. (aud)

