BeritaPrima.com – Pertemuan antara mantan Ibu Negara Hillary Clinton dengan Senator Massachusetts Elizabeth Warren memunculkan spekulasi akan terjadinya pasangan presiden dan wakil presiden (Wapres) wanita yang akan memimpin Negeri Paman Sam.
Hillary dan Warren bertemu selama sekira satu jam di kediaman Hilary di Washington DC. Menurut Washington Post, keduanya telah beberapa kali bertemu dalam beberapa bulan terakhir.
Senator berusia 66 tahun itu mengumumkan dukungannya bagi Hillary pada Kamis malam, 10 Juni dan mengatakan dirinya merasa percaya dapat menjalankan tugasnya jika nantinya diminta untuk menjadi wakil presiden AS.
Dalam Partai Demokrat sendiri dukungan untuk memilih Warren menjadi wakil presiden semakin meluas. Pemilihan perempuan yang memiliki reputasi sebagai tokoh progresif beraliran “kiri” itu dinilai bisa menyatukan dukungan para pendukung Bernie Sanders yang tidak puas terhadap Hillary.
“Setiap kaum progresif di AS berharap perbincangan di rumah (mantan) Menlu (Hillary) Clinton adalah mengenai bagaimana Elizabeth Warren akan menjadi Wapres AS yang hebat,” kata Senator Jeff Merkley sebagaimana dilansir Guardian, Sabtu, (11/6/2016).
“Hal ini banyak berkaitan dengan kampanye Bernie Sanders. Dalam kampanyenya, dia berjuang untuk ide-ide besar untuk menghadapi tantangan besar,” lanjutnya.
Pemilihan Warren sebagai wapres bagi Hillary Clinton juga dinilai tepat karena dia dapat menjadi senjata yang efektif untuk menghadapi kandidat Partai Republik Donald Trump.
Dalam pidato dukungannya untuk Hillary pada Kamis lalu, Warren menyebut Trump sebagai seorang penipu yang hanya mementingkan diri sendiri.
Hillary Clinton baru saja mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang memenangkan perebutan nominasi calon presiden Partai Demokrat setelah mencapai jumlah dukungan yang dibutuhkan pada pekan ini mengungguli saingannya Senator Vermont, Bernie Sanders.
Menyusul kemenangan Hillary, Presiden Barack Obama dan Wapres Joe Biden segera menyatakan dukungan bagi Mantan Menlu AS itu. Dukungan kedua tokoh partai tersebut diharapkan dapat menyatukan dukungan dari para pendukung Sanders yang masih enggan mendukung Hillary untuk menghadapi Trump. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta