Demi Bekerja, Pria Ini Rela Berjalan Kaki Sejauh 21 Mil
BeritaPrima, Michigan - Berkendara dengan transportasi pribadi atau umum sudah biasa bagi pekerja untuk sampai tempat ia bekerja. Tapi bagaimana dengan jalan kaki? Pasti semua orang akan berpikir seribu kali. Apalagi lagi manusia jaman sekarang yang sudah terbiasa dimanjakan oleh teknologi yang serba mudah.
Berbeda dengan orang kebanyakan, James Robertson, lebih memilih berjalan kaki sejauh 21 mil ke tempat kerjanya. Bekerja di Schain Mold & Engineering, pabrik pembuatan plastik yang berlokasi di Rochester Hills, Michigan, Amerika Serikat, Robertson harus menempuh delapan jam sehari dengan berjalan kaki.
Jarak tempuh antara Michigan dengan tempat tinggalnya di Detroit terbilang jauh, kurang lebih 46 mil dengan keterbatasan trayek kendaraan. Kebiasaan ini ia lakukan karena dengan penghasilan di tempat ia bekerja yang hanya 10,55 dolar AS atau setara dengan Rp. 140 ribu per jam tidak mampu memperbaiki mobil Honda keluaran tahun 1998 miliknya yang dalam kondisi rusak dan tak bisa berjalan lagi. Perlu diketahui, penghasilan Robertson bisa dikatakan minim untuk ukuran standar hidup di Amerika Serikat.
Saat ditanya oleh Detroit Free Press mengapa dia tidak pindah rumah lebih dekat dengan kantornya? Ternyata, Robertson menumpang tinggal di rumah warisan milik kekasihnya. Setiap hari Robertson meninggalkan rumah jam delapan pagi, menggunakan kendaraan umum lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki selama delapan jam untuk bekerja pada jam dua siang.
Waktu shift Robertson selesai pada jam 10 malam. Lalu, perjalanan pulang ditempuh dengan menggunakan bis hingga mencapai kota paling dekat dengan tempat tinggal Robertson. Kemudian, dia kembali berjalan kaki dan benar-benar sampai rumah sekitar jam empat pagi
.
Walaupun beberapa dari kerabatnya menghimbau agar memakai mobilnya, Robertson sudah terlanjur ‘ketagihan’ dengan rutinitasnya ini. Perjalanan Robetson memang tidak mudah, terlebih lagi disaat malam hari. Ia harus berjalan sendirian, di gelapnya malam dengan cuaca yang dingin dan melewati daerah-daerah yang tingkat kriminalitasnya tinggi. “Setiap saya pulang ke rumah, saya selalu berdoa ‘Tuhan, jagalah diriku.’ “ ujar pria berumur 56 tahun itu.
Setelah kisah memilukan Robertson ini dirilis oleh Detroit Free Press, ribuan respon meramaikan akun harian tersebut. Seorang pelajar bernama Evan Leedy dari Detroit Wayne State University, memutuskan melakukan aksi sosial untuk mengumpulkan dana membelikan Robertson mobil.
Awalnya, Leedy menargetkan dana sosial ini mencapai 5.000 dolar AS, ternyata hasilnya cukup mengejutkan yaitu mencapai 50.000 dolar AS. Seluruh uang tersebut akan digunakan Leedy membelikan Robertson mobil. Sebab, menurut Leedy, usia Robertson tak lagi muda, sudah seharusnya dia menikmati hidup dengan cara yang lebih baik.
(Dimas Wahyu)








