Demi Kebijakan, Menteri Yuddy Siap Tidak Populer
BeritaPrima, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi memaklumi keluhan para pengusaha hotel yang mengalami penurunan omzet setelah diberlakukannya aturan larangan instansi pemerintah melakukan rapat di hotel.
“Saya paham, ini reaksi yang wajar dari suatu kebijakan, tidak akan berlangsung terlalu lama,” ungkap Menpan-RB Yuddy di kantor Kemenpan-RB, Jalan Jendral Sudirman Kavling 69, Jakarta Pusat.
Dia meyakini segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan tidak selalu didukung oleh semua pihak, butuh ketenangan, dan telaah secara menyeluruh jika ingin tetap konsisten ke depannya.
Selain itu, lanjut Yuddy, pihaknya di pemerintahan sudah mantap dan yakin bahwa keputusan yang diambil adalah untuk kepentingan yang lebih luas dan akan menghasilkan manfaat yang lebih besar, khususnya bagi masyarakat Indonesia sebagai pihak yang paling diutamakan.
“Ini juga untuk kebaikan bersama, makanya harus dilihat dulu jangan dikeluhkan terus-menerus,” imbuhnya.
Implikasi dari kebijakan ini nantinya dapat mengalokasikan setiap anggaran yang diperoleh dari rakyat dapat secara aktif dihimpun dan bisa dikembalikan ke dalam program-program yang menyinggung kesejahteraan rakyat itu sendiri ke depannya.
Bahkan, menteri asal Jawa Barat itu juga mengaku siap tidak populer asalkan kebijakan ini dapat berjalan sesuai ketentuan dan tidak dilihat secara parsial.
“Jadi, harus tetap diambil dan siap untuk tidak populer, dikritik agak apa-apa asal nawaitunya benar,” jelas Yuddy dengan sedikit gurauan. (feb)









