BeritaPrima.com, Pyongyang - Seorang mahasiswa Amerika Serikat (AS) yang diduga meninggal di China pada 2004 dilaporkan muncul di Korea Utara (Korut). Saat ini, ia bekerja sebagai guru pribadi Kim Jong Un.
Sebelumnya, pria AS bernama David Sneddon yang berasal dari Brigham Young Universitas menghilang di Provinsi Yunnan saat berusia 24 tahun. Menurut keterangan petugas kepolisian China saat itu, Sneddon mungkin saja mengalami kecelakaan saat hiking.
Tetapi kenyataannya, Kepala Persatuan Korban Penculikan Korea Selatan (Korsel) Choi Sung-yong menyatakan Sneddon diculik oleh pihak Korut untuk dijadikan sebagai tutor bahasa Inggris.
Menurut keterangan Choi, Sneddon saat ini tinggal di Ibu Kota Pyongyang. Di sana, ia mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak dan memiliki seorang istri dan dua anak. Demikian sebagaimana dilansir Daily Mail, Jumat (2/9/2016).
Berita ini tidak begitu mengejutkan kedua orang tua Sneddon, Roy dan Kathleen. Mereka selama ini meragukan cerita di balik hilangnya anak mereka di China. “Kami hanya tahu di dalam hati kami bahwa ia masih hidup, jadi kami harus terus berjuang,” kata Kathleen Sneddon.
Kecurigaan mereka sebagian didasarkan pada kenyataan bahwa tubuh Sneddon tidak pernah ditemukan. Apalagi, Provinsi Yunnan selama ini digunakan oleh orang-orang untuk melarikan diri dari Korut menuju Asia Tenggara.
Kedua orang tuanya juga menyadari bahwa Korut memiliki sejarah panjang penculikan warga asing, meskipun orang yang diculik biasanya berasal dari Korsel dan Jepang. Mereka percaya anak mereka menjadi korban penculikan karena Sneddon sangat fasih dalam berbahasa Korea
BeritaPrima.com Bicara Fakta