Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Senin , 15 Agustus 2016
donaldtrump3

Donald Trump Tuding Obama Dan Hillary Clinton Pendiri ISIS

BeritaPrima.com — Calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, kembali melontarkan retorika dalam kampanyenya pada Rabu (10/8/2016) di Fort Lauderdale, Florida.

Di hadapan para pendukungnya, Trump menyebut Presiden Barack Obama adalah pendiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Dia adalah pendiri ISIS. Dia pendirinya! Dia pendiri ISIS,” kata Trump berulang-ulang.

“Dan saya katakan, pendiri ISIS lainnya adalah si jahat Hillary Clinton,” teriak Trump yang disambut tepuk tangan pendukungnya.

Ini adalah komentar kontroversial lain dari Trump yang dilontarkannya sehari setelah pernyataannya yang diasumsikan sebagai ajakan untuk menembak mati Hillary Clinton.

Pernyataan ini kontan membuat sibuk tim kampanyenya yang kemudian berusaha untuk meredam situasi dengan memberikan klarifikasi.

Tim kampanye Trump mengatakan, pengusaha asal New York itu hanya mengajak pendukungnya untuk menolak pencalonan Hillary Clinton dalam pilpres November mendatang.

Sederet pernyataan kontroversial Trump itu membuat para tokoh senior Partai Republik gerah dan bahkan membuat sebagian simpatisan Partai Republik mengatakan tak akan memilih Trump dalam pemilihan presiden.

Sebuah jajak pendapat yang digelar Reuters/IPSOS menunjukkan bahwa 19 persen pendukung Republik menginginkan Trump mundur dari pertarungan menuju Gedung Putih.

Sementara itu, 70 persen responden masih mendukung upayanya menjadi presiden dan sisanya tidak memberikan pendapat mereka.

Sedangkan 50 orang politisi Partai Republik lewat sebuah surat terbuka pekan ini mengatakan, mereka tak akan memberikan suara kepada Donald Trump karena dianggap memiliki karakter buruk serta kurang berpengalaman.

Di sisi lain, enam senator dan sejumlah anggota parlemen AS dari Partai Republik juga sudah secara terbuka menolak Donald Trump. (aud)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *