BeritaPrima.com, Athena – Gara-gara satu pesawat terbang hilang tanpa jejak, dua negara jadi kebingungan memikirkan ke mana perginya. Sebagaimana dilansir dari ITV, Jumat (20/5/2016), Yunani dan Mesir terus berdebat mengenai penemuan puing diduga pecahan Egypt Air MS804 di Laut Mediterania.
Pada Kamis 19 Mei 2016, sesaat setelah menghilangnya pesawat berpenumpang 66 orang tersebut, otoritas Mesir mengabari pihak maskapai penerbangan, bahwa bangkai pesawat mereka sudah ditemukan di Kepulauan Karpathos, Yunani.
Informasi lain yang lebih kredibel, disertai foto mengungkap, ada dua benda asing, yakni sebuah jaket pelampung berwarna kuning dan sebuah benda terbuat dari plastik yang belum diketahui pasti, ditemukan mengapung di perairan dekat Kepulauan Karpathos.
Namun demikian, pejabat keamanan Yunani menyatakan, puing yang ditemukan di Laut Mediterania tersebut bukan bagian dari pesawat Egypt Air yang hilang misterius.
Diketahui, sebelum menghilang dari radar pengatur di menara kontrol bandara, burung besi tersebut sempat dibuat oleng. Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos menyatakan, Airbus A320 itu sempat membanting setir.
Akan tetapi, Menteri Penerbangan Mesir Sherif Fathy merasa, kemungkinan pesawat yang hendak terbang dari Paris ke Kairo itu didaratkan oleh teroris, lebih besar ketimbang jatuh akibat masalah teknis.
Pesawat Egypt Air menghilang dari radar pada ketinggian 15 ribu kaki. Berbagai spekulasi menyebut penyebab jatuhnya adalah pembajakan oleh teroris, sementara sisanya meyakini ada masalah teknis. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta