BeritaPrima.com, Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), Matsani dan R Oktario, meraih penghargaan dari Tanoto Student Research Award, Tanoto Foundation, karena berhasil membuat prototype atau purwarupa pesawat amfibi.
Pesawat yang dirancang kedua mahasiswa ini khusus sebagai teknologi pertahanan maritim multifungsi. Yang kelak, bila dapat diproduksi secara komersial, pesawat amfibi ini mampu menjaga teritori laut Indonesia dari berbagai kejahatan bahari. Mulai dari perompakan, pencurian ikan, hingga dapat mendeteksi awal terjadinya bencana alam, seperti tsunami.
Pesawat amfibi ini juga mampu take off dan landing dari pesisir pantai yang landai berbantalan pasir ataupun terbang mengudara dan mendarat di sungai. Rancangan teknologi pesawat seperti itu, dinilai tepat bagi negeri kepulauan seperti Indonesia.
Sebagai gambaran, purwarupa pesawat amfibi rancangan Matsani dan Oktario, berdimensi panjang 1,6 meter dengan berat 12 kg. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan 60 km per jam, dengan desain sayap pesawat amfibi mirip huruf ‘M’.
“Saya terinspirasi sayap elang jawa (Nisaetus bartelsi) ketika menukik menyambar mangsanya,” ungkap Matsani didampingi Oktario, ketika menjadi motivator dalam Media Briefing Tanoto Student Research Award 2016.
Dikatakan Matsani, dengan pesawat ini, Dirgantara Indonesia akan mampu diawasi dengan lebih baik. Apalagi, di tengah anggaran pemerintah yang sedang mengalami kekurangan, pengembangan pesawat ini jelas akan memangkas bujet.
“Saya berharap karya kami ini dapat membantu menjaga wilayah Indonesia dan dapat dikembangkan secara komersial ke depannya,” ucap Matsani.

Diketahui, pesawat ini juga tampil unik. Dari bentuk sayapnya saja, terlihat berbeda dengan pesawat-pesawat amfibi yang pernah dibuat manusia.
Keberhasilan dua mahasiswa asal Indonesia ini juga sekaligus membuktikan bahwa Indonesia layak dipandang sebagai negara yang melek akan teknologi.
Matsani dan Oktario, juga telah membuktikan bahwa mutu pendidikan di Indonesia tak kalah dengan negara-negara maju di belahan dunia.
Rancangan itu bermula dari kesadaran mereka bahwa kekayaan laut Indonesia harus benar-benar dinikmati masyarakat Indonesia. Bukan dicuri dan dibawa lari ke luar negeri.
Tak heran, dengan inovasi ide dan teknologi ini, karya ini meraih penghargaan Tanoto Student Research Award, yang merupakan program pendiri Tanoto Foundation, pengusaha nasional ternama Sukanto Tanoto.
Bahkan, beberapa peneliti senior yang melihat karya dua anak muda ini sepakat bahwa temuan Matsani dan Oktario ini perlu untuk dikembangkan. (dyn)
BeritaPrima.com Bicara Fakta