Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Jumat , 12 Agustus 2016
Liberty Sitinjak2

Eks Kalapas Nusakambangan Ngaku Pernah Tolak Suap Rp 10 Miliar Dari Freddy Budiman

BeritaPrima.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) terus mendalami isi tulisan Haris Azhar soal pengakuan Freddy Budiman. Kemarin, mereka memeriksa eks Kalapas Batu Nusakambangan, Liberty Sitinjak. Pria ini mengaku sempat mau disuap Freddy Rp 10 miliar, tapi dia tolak. Sementara 130 pengacara menyatakan siap membela Haris Azhar dalam kasus ini.

Sitinjak digarap selama 3 jam di gedung BNN. Selesai pemeriksaan sekira pukul 11.30 WIB. Dia mengaku sudah menjawab pertanyaan dari BNN dalam kapasitasnya sebagai Kalapas Batu Nusakambangan saat itu.

Salah satunya, dia mengakui, pernah ditawari uang Rp 10 miliar oleh Freddy Budiman, terpidana mati yang juga menghuni Nusakambangan. “Oh iya, pernah. Kan haknya dia (Freddy) nawarin dan hak saya juga untuk menolak,” akunya.

Untuk diketahui, Haris dipolisikan karena memposting hasil wawancara dengan Freddy di Nusakambangan pada tahun 2014 di akun Facebooknya. Tulisan Haris tentang dugaan keterlibatan pejabat penegak hukum dalam bisnis narkoba itu kemudian dianggap mencemarkan nama institusi BNN, TNI, dan Polri.

Ditanya lebih jauh, Sitinjak menolak buka mulut. Menurutnya, hanya BNN dan Menkumham selaku atasannya yang berhak menyampaikannya. “Saya mohon maaf belum bisa memberikan apapun karena saya harus melaporkan ini dulu. BNN yang boleh menjelaskan dan Pak Menteri,” jelasnya.

Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi membeberkan keterangan Sitinjak. Setidaknya ada enam poin yang disampaikan Sitinjak kepada BNN. Pertama, benar ada oknum BNN yang datang ke Lapas Nusakambangan pada saat hari libur nasional, yakni saat Kenaikan Isa Almasih. “Kalapas tidak berada di kantor, kemudian Kalapas dihubungi oleh petugas jaga bahwa telah datang oknum BNN,” kata Slamet di kantor BNN.

Namun, Sitinjak tak ingat siapa yang datang karena sudah dua tahun berlalu. Dia meminta BNN mengecek buku tamu yang tersedia di Lapas Nusakambangan. “Karena di sana tercatat siapa nama yang datang akan bertemu dengan siapa, dan apa keperluannya,” ucap Slamet menirukan keterangan Sitinjak yang dirangkum dalam sebuah kertas.

Namun, soal permintaan melepas kamera pengawas dibantah Sitinjak. Yang ada, pemasangan alat tanpa melalui koordinasi. Namun, persoalan itu tak ditanggapi pihaknya.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *