Aliran Dana Gelap Indonesia Terbesar ke Singapura dan China

keuangan3BeritaPrima.com, Jakarta - Perkumpulan Prakarsa menyampaikan bahwa dana gelap dari Indonesia paling banyak mengalir ke Singapura dan China.

Hal tersebut lantaran banyaknya transaksi perdagangan Indonesia dengan kedua negara tersebut.

“Volume perdagangan kita dengan Singapura dan Tiongkok besar,” ujar peneliti Senior Perkumpulan Prakarsa, Setyo Budiantoro dalam paparannya di Jakarta, Sabtu (20/2/2016).

“Banyak perusahaan kita yang punya kantor di sana tapi muncul persoalan karena menyembunyikan pajak,” kata dia.

Khusus Singapura, Indonesia kesulitan mengakses aluran dana ke sana karena sistemnya yang tertutup. Setyo mengatakan, Singapura dikenal paling tidak mau membongkar data perdagangan mereka.

Data terakhir Global Financial Integrity menyatakan bahwa Indonesia menempati urutan kesembilan untuk aliran dana gelap terbesar di dunia.

Selama kurun waktu 2010-2014, total aliran dana gelap Indonesia mencapai Rp 914 triliun.

“Melonjaknya transaksi ilegal pada 2003 menjadi pendorong utama meningkatnya aliran dana ilegal. Sejak saat itu transaksi ilegal terus naik dari impor dan ekspor,” kata Setyo.

Menurut Setyo, seiring meningkatnya perdagangan internasional Indonesia, maka makin meningkat pula transaksi ilegal.

Pada 2003, negara partner dagang Indonesia sebanyak 131 negara. Oleh karena itu, Setyo menekankan agar aliran dana ini ditekan secara serius.

Salah satunya dengan penguatan sistem laporan transaksi supaya pajaknya dapat dilihat secara transparan. Terutama dalam sektor yang didominasi dengan kegiatan ilegal, seperti eksploitasi sumber daya alam.

“Bisa juga diterapkan pada sektor jasa dan lainnya yang berpotensi mengandung transaksi ilegal,” ujar Setyo. (feb)

(Visited 8 times, 1 visits today)
Kategori: Keuangan
Tags: #AliranDana

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*