Bank Syariah Hanya Kebagian Dibawah 5 Persen, Ini Alasannya

ojk-buchorii

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Buchory (kiri).

BeritaPrima, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menilai induk usaha belum maksimal mendukung pengembangan bank syariah yang dimiliknya. Buktinya, tahun lalu, bank syariah hanya kebagian di bawah lima persen pangsa pasar perbankan di Tanah Air.

“Bank syariah saat inikan banyak sekali, tapi mengapa market share bank syariah enggak tumbuh-tumbuh? itu karena belum ada dukungan atau komitmen kuat dari induknya,” ujar

Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Buchory, di Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Bercermin dari hal tersebut, lanjut Ahmad, pihaknya bakal terus mendorong induk bank syariah agar mengucurkan tambahan permodalan. Ini agar market share bank syariah tembus di atas lima persen.

“Kami terus mendorong bank syariah untuk terus berusaha dan menembus 5 persen market sharenya,” katanya. “Oleh sebab itu, induknya juga harus kami dorong agar optimal dalam mengembangkan anak usahanya,” tandasnya.

Sebelumnya, Deputi Komisioner OJK Bidang Pengawasan Perbankan Mulya Effendi Siregar mendukung niat pemerintah ingin menyatukan bank syariah pelat merah. Untuk itu, dia mengingatkan butuh persiapan matang.

“Harus ada kerja sama teknologi informasi dan SDM-nya. Kalau itu sudah berjalan baik, nanti baru digabung. Karena kalau (kultur kerja) itu agak timpang, maka butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk berjalan baik. Padahal, bisnisnya berjalan terus,” kata Mulya.

Kategori: Syariah

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*