Inflasi Bulan Januari Diperkirakan Capai 1%

inflasiBeritaPrima, Jakarta - PT Danareksa Sekuritas memperkirakan inflasi pada Januari 2015 masih berpotensi cukup tinggi, mengingat sudah memasuki musim paceklik. Pasalnya, dengan adanya musim kering maka harga kebutuhan pokok yang masih mengalami kenaikan cukup signifikan.

Pengamat ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa menilai, saat ini, Pemerintah tampaknya tidak banyak melakukan pengendalian kenaikan harga seperti operasi pasar. Akan tetapi, penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) disusul dengan penurunan tarif angkutan diperkirakan akan meredam sedikit kenaikan harga tersebut.

Purbaya mengatakan, laju inflasi pada Januari 2014 akan mencapai 1,07 persen. Sehingga, inflasi tahunan pada bulan ini diperkirakan masih bertahan di sekitar 8,4 persen. “Inflasi bulan ini diperkirakan tidak berbeda jauh dengan inflasi bulan yang sama pada tahun lalu,” tuturnya di Jakarta, Rabu, (14/1/2015).

Dia menjelaskan, dari sisi eksternal tekanan inflasi diperkirakan relatif terjaga, lantaran harga komoditas di pasar global diprediksikan akan relatif stabil sampai akhir tahun 2015. “EIA memperkirakan harga minyak 2015 USD82-USD86 per barel,” ungkapnya.

Menurutnya, inflasi sepanjang 2015 akan relatif stabil. Meski demikian, inflasi diperkirakan akan mengalami penurunan tajam pada November 2015 menjadi sekira 5 persen. (aud)

(Visited 6 times, 1 visits today)
Kategori: Keuangan
Tags: #Inflasi

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*