Laba Bank Sahabat Sampoerna Meningkat 2.067,58%
BeritaPrima, Jakarta - Bank Sahabat Sampoerna mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang baik pada Kuartal I - 2015. Laba tahun berjalan sebelum pajak tercatat Rp11,84 miliar atau meningkat 2.067,58% dari periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp546 juta.
Pertumbuhan laba ini sejalan dengan pencapaian pendapatan bunga bersih yang tercatat sebesar Rp56,34 miliar atau meningkat 188,33% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp19,54 miliar.“Pencapaian laba ini merupakan wujud dari resegmentasi bisnis yang dilakukan oleh Bank Sampoerna sejak Juni 2014 dengan fokus kepada portofolio Mikro dan UKM”, ujar Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna, Selasa (12/5/2015).
|
Pilihan Redaksi
|
Pendapatan tersebut didukung oleh peningkatan kredit yang diberikan sepanjang Kuartal I 2015 yang tercatat sebesar Rp2,98 triliun atau meningkat 64,72% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,81 triliun.
Ali Rukmijah lebih lanjut menegaskan bahwa optimis melihat pertumbuhan yang sangat positif diawal tahun 2015 ini karena menjadi modal utama dalam mendukung pertumbuhan yang lebih cepat dan berkelanjutan. Hal ini juga didukung oleh penerapan manajemen risiko yang semakin baik terhadap pengelolaan portfolio pinjaman Bank Sampoerna sejalan dengan komitmen kami untuk secara konsisten menerapkan manajemen risiko yang prudent dengan mengadopsi best practice global untuk konsep-konsep pengelolaan manajemen risiko.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Keuangan dan Perencanaan Bisnis, Henky Suryaputra menyampaikan bahwa seiring dengan peningkatkan kredit yang diberikan, Bank Sampoerna juga berhasil membukukan pencapaian penghimpunan dana pihak ketiga per 31 Maret 2015 sebesar Rp 3,19 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 2,18 triliun. Hal ini sebagai salah satu perwujudan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Sampoerna dapat terjaga dengan baik dan terus meningkat. Kemudian dari aspek rasio keuangan secara umum berada pada tingkatan yang baik. Non Performing Loan (NPL) gross tetap terjaga pada level 2,12%, jauh dibawah batas maksimal yang ditentukan Bank Indonesia sebesar 5%. Rasio permodalan (CAR) dilevel yang sangat memadai untuk mendukung pertumbuhan sebesar 20,73%. Sedangkan ROA & ROE masing-masing berada pada tingkat 1,26% & 5,87%. Dari sisi neraca, total aset per 31 Maret 2015 tercatat sebesar Rp3,97 triliun meningkat sebesar 43,56% dibading periode sebelumnya sebesar Rp 2,77 triliun.
Bank Sampoerna juga senantiasa terus melakukan perluasan jaringan kantor secara selektif untuk menjangkau nasabah yang lebih luas. Pada Kuartal I 2015 ini, Bank Sampoerna telah membuka jaringan kantor di wilayah Timur Indonesia, yaitu di Kota Sorong, sebagai perimbangan terhadap pertumbuhan di wilayah Barat.
“Perluasan jaringan kantor sepanjang kuartal I 2015 yang telah dilakukan berhasil meningkatkan kinerja perusahaan, baik dari sisi penyaluran pinjaman maupun dalam penghimpunan dana pihak ketiga Bank Sampoerna ditengah ketatnya likuiditas pasar sejak tahun 2014” ujar Ong Tek Tjan, Direktur SME, Funding, FI and Network Management Bank Sampoerna.
Per Maret 2015, jumlah jaringan kantor Bank Sampoerna mencapai 16 Kantor yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta (6 kantor), Medan, Pekanbaru, Palembang, Makassar, Samarinda, Bandung, Surabaya, Palopo, Rantau Prapat dan Sorong serta akan terus berekspansi ke wilayah timur dengan telah dibukanya Kantor Cabang di Jayapura pada bulan April 2015. Bank Sampoerna juga telah dilengkapi dengan beberapa layanan perbankan seperti ATM bekerjasama dengan jaringan Prima dengan 74.000 mesin ATM, Internet Banking, Phone Banking, Debit Card serta layanan Call Center di nomor telpon 500035.
“Dimasa mendatang kami yakin Bank Sampoerna akan terus meningkatkan kinerjanya, dengan dilakukannya penyesuaian fokus bisnis yang berkolaborasi dengan grup pemegang saham, perluasan kantor cabang dan juga meningkatkan kerjasama dengan lembaga keuangan lainnya dalam rangka meningkatkan produktifitas”, ujar Ali lebih lanjut.
Bank Sampoerna saat ini didukung oleh 2 grup besar, yaitu Grup Sampoerna Strategic melalui PT Sampoerna Investama dengan kepemilikan sebesar 81% dan Grup Alfa melalui PT Cakrawala Mulia Prima dengan kepemilikan sebesar 18%, serta 1% dimiliki oleh Bapak Ekadharmajanto Kasih. Komitmen para pemegang saham tidak hanya dalam bentuk permodalan, tapi juga brand value, knowledge dan skill akan membawa Bank Sampoerna menjadi bank yang tumbuh secara berkesinambungan dan berkontribusi secara signifikan di sektor Mikro dan UKM.
”Kepercayaan merupakan amanah yang harus kami jaga dan pelihara dengan baik agar tujuan mulia untuk mendukung perkembangan dan pemberdayaan para pengusaha di sektor UMKM dapat diwujudkan bersama dan untuk itu, terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah senantiasa mendukung dan memberikan kepercayaan kepada kami”, ujar Ali menutup pembicaraan.
(Aditya Sanjaya)


