Perluas Cakupan, BPS Perbaharui Sistem Data Kependudukan

Kepala BPS Suryamin

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin

BeritaPrima, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menambahkan cakupan data kependudukan, dengan informasi migrasi internasional dan urbanisasi pada Survei Penduduk Antar Sensus 2015 (SUPAS 2015).

Dengan demikian, dapat menjadi sumber data kependudukan yang informatif untuk pertimbangan para pengambil kebijakan, perumusan perencanaan dan evaluasi program, serta menjadi salah satu sumber kelengkapan data bagi para peneliti di bidang kependudukan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, langkah tersebut sejalan dengan data dinamika kependudukan yang meliputi informasi penduduk lanjut usia (lansia) serta perubahan iklim.

“Sehingga,informasi yang dikumpulkan dapat dimanfaatkan guna berbagai program pemerintah yang berhubungan dengan lansia,” tutur Suryamin di Sosialisasi SUPAS 2015 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

Berdasarkan hasil proyeksi penduduk Indonesia 2010-2035, Indonesia akan memasuki periode penduduk lansia atau aging population pada tahun 2020. Di mana minimal 10 persen penduduk berumur di atas 60 tahun.

Survei ini juga dirancang untuk mengestimasi Angka Kematian Ibu (AKI) atau Matemal Mortality Ratio yang dipergunakan sebagai salah satu indikator pencapaian peningkatan kesehatan ibu yang tertuang dalam Milenium Development Goals (MDGs).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka metode sampling dirancang untuk mendapatkan informasi kasus yang sangat langka. “Di antaranya dengan meningkatkan jumlah sampel dari 300 ribu rumah tangga menjadi 652 ribu rumah tangga,” ujar dia.

Penambahan jumlah sampel itu, dimaksudkan untuk mendapatkan estimasi AKI yang akurat di tingkat nasional dan regional. Selain itu, BPS juga bakal melakukan verifikasi hasil pencacahan.

“Hasil SUPAS 2015 ini sangat dinanti untuk melihat apakah AKI Indonesia sudah mencapai target MDG’s sebesar 102 kematian ibu per 100 ribu kelahiran di 2015 ini,” tandasnya.

Sekadar informasi, pelaksanaan pencacahan lapangan SUPAS dimulai sejak 1-30 Mei 2015. Pelaksanaan pencacahan melibatkan sekira 13.495 yang berasal dari wilayah setempat, yang sebelumnya dilatih secara insentif selama lima hari dan kemudian diterjunkan ke lapangan.

Wilayah pencacahan menyebar di 34 provinsi,yaitu 40.750 wilayah pencacahan yang terkena sampel. Hasil awal SUPAS 2015, direncanakan akan dipublikasikan pada akhir tahun ini. (feb)

(Visited 58 times, 1 visits today)
Kategori: Keuangan
Tags: #BPS

Comments

  1. Gima
    Gima 26 Mei, 2015, 07:03

    Bu Amalia;Menurut saya, yang menarik saaerkng adalah mencermati apa yang akan terjadi di putaran ke-2 (kurang lebih 2 bulan dari saaerkng) dan kegiatan marketing serta marcom personal brand yang dikerahkan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin suara (soulmates).Jelas sebagaimana diutarakan oleh teman2, team Pak Jokowi-Ahok mendapatkan keuntungan karena sebagian masyarakat Jakarta sudah bosan dan capek oleh janji2 kepemimpinan Pak Foke yang belum terealisasikan. Padahal menurut beberapa teman2 RW di Jakarta utara, Pak Foke sampai membagikan gratis buku ( tampilan menarik spt diary) yang berisi pencapaiannya selama memimpin Jakarta, namun sptnya masyarakat sudah tidak percaya lagi.Menurut saya, segala sesuatu masih bisa terjadi di putaran ke-2 (saya bukan pemilih Jakarta dan tidak ada intensi untuk memihak). Elemen2 peran pendukung dan politik sangat kentara, membuat sangat menarik untuk mencermati langkah2 yang akan dilakukan ke2 belah pihak dalam mengumpulkan sebanyak mungkin soulmate.Apapun hasil putaran ke-2 pemilihan gubernur ini akan mempengaruhi kegiatan marketing dan IMC personal brand untuk pemilihan RI 1 nantinya.Hope the best team with understanding and fulfill the people needs win the election.

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*