Philip Kotler Tampil Di Forum ASEAN Marketing Summit 2015
BeritaPrima.com, Jakarta - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mulai berlaku efektif akhir tahun 2015 nanti. Hal ini tentu menjadi peluang sekaligus tantangan bagi negara-negara anggota ASEAN, khususnya Indonesia.
Dengan demikian, pemasaran menjadi poin yang sangat menentukan keberhasilan dalam memenangkan persaingan di era MEA. Nah untuk membahas bagaimana cara menghadapi tantangan tersebut, Philip Kotler Center for ASEAN Marketing (PKCAM), menyelenggarakan ASEAN MARKETING SUMMIT 2015.
“Tujuan acara ini adalah sebagai wadah membagikan strategi pemasaran dalam rangka menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN dan menuju ASEAN yang baru, dengan pembahasan yang meliputi topik-topik yang terkait dengan berbagai studi kasus dalam pemasaran ASEAN,” ujar Corporate Communications Mark Plus, Mutiara Ariffien melalui rilisnya yang diterima BeritaPrima.com, Selasa (6/9/2015).
Acara yang diselenggarakan pada 9 Oktober 2015 di Ballroom Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta ini akan dihadiri langsung oleh Philip Kotler sebagai keynote speaker. Selama ini, Kotler dikenal sebagai The Father of Modern Marketing.
Selain Kotler, pembicara lain yang akan dihadirkan adalah Prof Hooi Den Huan, Director Nanyang Technopreneurship Center (Nanyang Technological University). Sedangkan dari Indonesia sendiri akan tampil Hermawan Kertajaya yang merupakan Founder dan CEO Mark Plus. Kebetulan Herman juga merupakan Co-Chairman ASEAN Marketing Summit 2015.
“Dalam ASEAN Marketing Summit 2015, kita akan membahas bagaimana menerapkan strategi agar berhasil dalam MEA nanti. Dengan begitu, Indonesia tidak akan kalah dalam persaingan dengan negara-negara ASEAN lainnya,” ujar Hermawan.
Acara ini disambut baik oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya karena AMS dinilai dapat menjadi ajang yang meningkatkan pencitraan bagi Indonesia. “Ini merupakan event MICE yang penting. Keberadaan Prof. Kotler sebagai pembicara bisa membawa value yang baik untuk citra Indonesia,” ujar Arief Yahya, beberapa waktu lalu.
Arief juga mengatakan bahwa dalam ASEAN Marketing Summit 2015 Indonesia bisa belajar banyak bagaimana memasarkan pariwisatanya ke dunia. “Pariwisata ASEAN sangat cerah, jumlah kunjungan wisman pada 2013 mencapai 90,2 juta. Untuk merebut pasar ASEAN ini tentunya membutuhkan taktik dan strategi pemasaran yang jitu,” tandas Arief.
Acara ASEAN Marketing Summit ini juga akan dihadiri oleh para pelaku usaha dari Indonesia dan AMF (Asia Marketing Federation) yang terdiri dari 13 Negara anggota diantaranya:
1. Japan Marketing Association (JMA)
2. China CCPIT Commercial Sub-Council
3. Marketers Society of Korea (MASOK)
4. Taiwan Institute of Marketing Science (TIMS)
5. Hongkong Institute of Marketing (HKIM)
6. Insitute of Marketing Malaysia (IMM)
7. Marketing Institute of Singapore (MIS)
8. Marketing Society Bangladesh (MSB)
9. Sri Lanka Institute of Marketing ( SLIM)
10. Marketing Association of Cambodia (MAC)
11. Indonesia Marketing Association (IMA)
12. Philippines Marketing Association (PMA)
13. Marketing Association of Thailand (MAT)
(feb)

