Foto: Konferensi Pers Jaringan Nusantara ‘Bela SBY’
Foto: BeritaPrima/ Sonny Eko Kusetiawan
BeritaPrima, Jakarta - Ketua Harian Jaringan Nasional, Jimmy Setiawan, mengatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah rezim yang paling banyak menebar isue dan menyalahkan rezim sebelumnya, sejak berjalannya roda pemerintahan Jokowi enam bulan lalu. Mulai dari kesalahan Presiden Jokowi yang mengatakan Indonesia masih berutang pada IMF. Padahal utang Indonesia kepada IMF telah lunas sejak tahun 2006.
|
Pilihan Redaksi
|
Sangat disayangkan, setelah itu keluar lagi isu dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said bahwa mantan menteri ESDM Dahlan Iskan pernah merekomendasikan kepada mantan Presiden SBY untuk membubarkan Petral. Ini dianggap oleh kelompok pembela SBY sebagai fitnah.
“Sudirman said harus bertanggung jawab, yang dalam hal ini saya katakan sebagai fitnah,” kata Jimmy di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (23/5).
Selain itu, dikatakan oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Sudirman Said adalah menteri yang paling rajin menyalahkan kebijakan-kebijakan rezim sebelumnya. Itulah sebabnya muncul protes keras dari para loyalis SBY.
“Sudah kita melakukan protes keras, teman dari kader pembela SBY juga melakukan aksi, yang saya dengar. Semua kader Partai Demokrat juga bereaksi dengan pernyataannya,” ungkapnya.
Dia pun menegaskan, jika protes keras yang muncul tidak juga didengar anggota kabinet Presiden Jokowi ini, maka pihaknya akan melanjutkan pada jalur hukum.
Jaringan Nusantara menggelar jumpa pers khusus untuk membela SBY dalam menghadapi tudingan Menteri ESDM Sudirman Said terkait Petral. Hadir dalam konferensi pers ini antara lain Didi Mukrianto (Sekretaris Partai Demokrat), Didi Irawadi Syamsuddin (eks Ketua DPP Partai Demokrat), Rachland Nashidik (eks Juru Bicara Partai Demokrat), Adi Arief (eks Staf Khusus Presiden RI ke-6), dan Ulil Abshar Abdalla (Politisi Partai Demokrat). (son)


