IndoElection.com, Jakarta - Tarik ulur antara Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan PDIP terkait pencalonan Ahok yang akan maju lewat jalur independen atau parpol dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, menarik perhatian bakal calon gubernur DKI dari partai Gerindra, Sandiaga Uno.
|
Berita Terkait
|
PDIP dan Gerindra saat ini masih berkonsolidasi untuk membentuk sebuah koalisi. Namun Sandiaga menegaskan, partainya akan langsung mundur dari rencana koalisi itu jika PDIP mendukung Ahok.
“Saya pastikan Gerindra tidak akan koalisi (kalau PDIP mendukung Ahok). Tapi saya berharap nanti hasilnya koalisi Gerindra - PDIP,” kata Sandiaga, Selasa malam (8/6/2016).
Sandiaga menilai, jalur perseorangan yang dipilih Ahok merupakan pencitraan semata. PDIP maupun Ahok, kata dia, masih membutuhkan satu sama lain.
“Sudah bisa diprediksi sih dari awal. Ya ini kan permainan politik, pencitraan. Saya rasa riilnya (Ahok) dengan PDI-P akan membangun Jakarta ke depan sama-sama,” ujarnya.
Sebagai partai dengan jumlah kursi terbesar di DPRD DKI, yaitu 28 kursi, PDIP kini memegang bola politik di DKI. PDI-P membuka penjaringan calon bagi tokoh internal maupun eksternal partai.
Sandiaga yang telah mengikuti serangkaian tahapan penjaringan di PDIP mengaku siap mundur dan mencari partai lain jika PDI-P akhirnya mendukung Ahok.
“Seandainya PDI-P memutuskan untuk kembali mendukung Pak Gubernur Basuki, saya harus menerima keputusan tersebut dan mengapresiasi. Dan ya, saya bisa memahami,” ujar Sandiaga.
BeritaPrima.com Bicara Fakta