Ini Curhat Mantan Ketua KPK di Hari Anti Korupsi
BeritaPrima.com, Jakarta - Hari Anti Korupsi Sedunia ini diperingati setiap 9 Desember. Dalam peringatan kali ini, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2010-2011, Muhammad Busyro Muqoddas mengingatkan, jangan mudah digoyang oleh para koruptor yang terus berusaha untuk melemahkan lembaga antirasuah tersebut.
Busyro menceritakan, dirinya sempat dituduh Komisi III DPR, lantaran ditunjuk sebagai Ketua KPK. Penunjukkan itu, diduga karena kedekatannya dengan Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Terlebih, penunjukkan sebagai Ketua KPK diduga, sebagai upaya untuk mengamankan keluarga Cikeas agar tidak tersentuh oleh lembaga antirasuah. Lantas bagaimana tanggapannya, berikut wawancara eksklusif Muhammad Busyro Muqoddas.
Apa reaksi anda, saat dituduh seperti itu?
Waktu itu Komisi III DPR punya satu dugaan kepada saya, saya dibilang bagian dari Pak SBY, ini sebenarnya enggak ada sama sekali, komunikasi saja tidak pernah, SMS tidak pernah dan saya dengan Pak SBY juga enggak pernah ngobrol berdua. Ini hanya isu saja.
Berimplikasi ke pimpinan KPK lainnya?
Hantaman Komisi III DPR itu keras sekali, sampai Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III tidak menerima kehadiran Pak Bibit (Bibit Samat Rianto Wakil Ketua KPK) dan Chandra Hamzah (Wakil Ketua KPK), karena dianggap tidak netral karena ada pengaruh SBY. Tapi kita hadapi saja tuduhan itu dan nyatanya tidak terbukti.
Ada kasus lain?
Saya pernah difitnah menemui Nazaruddin agar dipilih sebagai Ketua KPK, dan dituduh menerima sekian miliar menerima uang, lalu saya saya meminta diperiksa ke komite etik dan nyatanya enggak terbukti.
Apakah anda melihat KPK selalu dilemahkan?
Saya melihat tidak, justru yang sering diserang para pimpinan KPK, sering ada aksi-aksi yang melemahkan pimpinan KPK. Tapi semua pimpinan KPK telah teruji.
Pesan terhadap kepemimpinan Taufiequrachman Ruki?
Ya teman-teman di KPK terutama Pak Ruki, walaupun menjadi Pelaksana tugas (Plt) harus penyelidikan jalan terus, saya katakan kepada penyidik, walaupun pimpinan selalu berganti tapi semangat memberantas korupsi jangan berhenti.
Saat ini KPK di bawah kendali Taufiequrachman Ruki bagaimana, banyak yang bilang lembaga antirasuah hanya menangkap koruptor kelas kecil, belumlah kakap?
Kalau itu saya tidak bisa jawab, coba baiknya ditanyakan ke Pak Ruki saja. Saya tidak etis mengomentari. (dik)

