Kisah Pengeroyokan Dua Anggota Polri oleh Anggota TNI AL di Bengkel Kafe

pengeroyokan2

Illustrasi pengeroyokan.

BeritaPrima, Jakarta - Bentrok antara anggota Polri dengan anggota TNI kembali teradi. Kali ini, dua anggota Polri dikeroyok sejumlah anggota TNI AL di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Dua anggota Polri tersebut adalah Komisaris Budi Hermanto (BH) dan Komisaris Teuku Arsya Khadafi (TA). Budi merupakan seorang perwira menengah Polri dan Teuku adalah anggota Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Saat kejadian, Jumat (6/2/2015) dini hari, keduanya mengaku tengah melaksanakan tugas khusus dari Bareskrim Polri di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Keduanya berada di dalam sebuah ruangan.

Tiba-tiba datang 48 personel TNI AL yang tengah melaksanakan operasi penegakan penertiban (Ops Gaktib) sesuai perintah Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Budi pertama-tama bertanya siapa dan apa perihal kedatangan mereka. Kalau memang untuk kepentingan operasi, Budi meminta surat perintah dulu kemudian baru dia bersedia memberikan identitas miliknya.

Pembicaraan berlangsung lancar saat itu. Namun setelah para personel TNI AL beranjak dari ruangan, seorang yang diketahui bernama Kolonel Nazali masuk lagi dan menuduh Budi memiliki narkoba yang disembunyikan di toilet.

Anggota TNI AL lainnya pun langsung melakukan perampasan barang-barang milik mereka, salah satunya cincin emas merek Bvlgary kepunyaan Teuku. Saat akan diambil, Teuku dan anggota TNI AL hampir baku hantam dan langsung coba dipisahkan oleh Budi. Tetapi Budi pun langsung dipukul, begitu pun dengan Teuku.

Ketika dikonfirmasi ke pihak TNI AL, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir membenarkan perihal pengeroyokan dua anggota Polri oleh sejumlah anggota TNI AL di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Manahan menjelaskan bahwa operasi yang dilakukan personel TNI AL sesuai prosedur. Awalnya, jelas Manahan, anggota TNI AL yang juga terdiri dari personel Propam mendapati beberapa anggota TNI dan Polri lainnya terjaring dalam operasi di Bengkel Cafe, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, jam 00.00 WIB.

“Bengkel Cafe menjadi salah satu tempat operasi. Dua anggota Polri ini awalnya menolak saat dimintai kartu identitas,” kata Manahan.

Setelah diminta berkali-kali, ujar Manahan, dua anggota Polri berinisial TA dari Jatanras Polda Metro Jaya dan perwira menengah Polri berinisial BH itu bersikap tidak baik dan terlihat seperti ingin menyerang personel TNI AL.

Bahkan, dua anggota Polri berinisial TA dari Jatanras Polda Metro Jaya dan perwira menengah Polri berinisial BH dikatakan sempat mengeluarkan senjata api. “Mereka tidak mau menunjukkan identitasnya. Bahkan mengeluarkan pistol dan menodong,” kata Manahan.

Merasa terancam, anggota TNI yang jumlahnya 48 orang dalam operasi tersebut memberikan perlawanan terhadap TA dan BH.

Mereka berdua tidak bisa melawan dan akhirnya terpaksa dibawa pergi oleh anggota TNI. Mereka pun dibawa ke markas POM TNI AL dan menunggu beberapa jam sampai seorang perwira Polri berpangkat kombes datang memberikan penjelasan.

Berdasarkan informasi dari anggota saat itu, jelas Manahan, TA dan BH tidak mengenakan seragam polisi dan tidak menunjukkan surat tugas. Dalam berita sebelumnya, TA dan BH disebut sedang melakukan tugas khusus dari Bareskrim Polri dan membawa surat tugas resmi.

Menjelang subuh, ada perwira Polri berpangkat komisaris besar yang datang untuk menjelaskan bahwa mereka berdua benar adalah anggota Polri dan tengah menjalankan tugas khusus. Setelah mendapatkan penjelasan, TA dan BH pun diserahkan kepada perwira tersebut.

Menurut epala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul, kasus pengeroyokan ini akan dibuatkan laporan secara pidana. Langkah tersebut diambil karena mereka sebagai korban telah mengalami luka berat akibat kejadian tersebut.

“Saat ini sedang dalam pemeriksaan internal kepolisian dan pembuatan laporan polisi untuk kasus pidana berupa penganiayaan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas, yang berakibat korban menderita luka berat,” ujar Martinus.

“Kami menyerahkan kasus ini ke POM TNI untuk diusut tuntas,” ucap Martinus menambahkan. (Febrizky Akbar)

(Visited 142 times, 1 visits today)
Kategori: Kriminal

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*