Senada dengan Indrawan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan bhawa dengan menyediakan produk invesatsi syariah ini, menurut Kiai Said, akan membantu kegiatan yang diselenggarakan oleh NU guna memberikan pelayanan di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bidang-bidang lain yang bermanfaat untuk masyarakat luas.
“Dengan kerja sama ini, NU berupaya mendorong pertumbuhan indistri pasar modal syariah yang berimbang untuk kepentingan kesejahteraan umat,” jelasnya.
Reksa Dana Cipa NUsantara Syariah Berimbang ini akan berinvestasi 1-79 persen pada Efek bersifat Ekuitas, 1-79 persen pada Efek bersifat Utang yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia dan/atau korporasi berbadan hukum Indonesia, serat maksimal 79 persen pada instrumen pasar uang.
Bank Kustodian Cipta NUsantara adalah PT Bank Mandiri persero (Tbk). Kemudian, penawaran umum atas Unit Penyertaan Cipta NUsantara sampai sejumlah 1 miliar Unit dengan NAB/Unit Rp1000, dimulai pada Jumat, 17 Juni 2016. Reksa Dana ini akan ditawarkan, baik kepada nasabah individu maupun institusi. Adapun target 1 tahun ke depan, dana kelolaan Reksa Dana ini dapat mencapai di atas Rp1 (satu) Triliun. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta