Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Senin , 25 Juli 2016
Police Shot-Baton Rouge

Inilah Tersangka Penembakan Polisi Di Baton Rouge

BeritaPrima.com - Media Amerika Serikat mengabarkan, identitas pelaku penembakan tiga orang polisi di Baton Rouge, Louisiana, Minggu (17/7/2016).

Media menyebut tersangka adalah Gavin Long (29), yang kebetulan warga berkulit hitam, dan berulang tahun tepat di hari penembakan tersebut.

“Hingga saat ini, kami belum tahu motif pembunuhan tersebut. Kami belum tahu apakah tersangka memang mengincar para polisi atau dia menembak polisi yang datang karena menerima panggilan,” kata Presiden Obama dalam jumpa pers menanggapi penembakan ini.

“Apapun motifnya, kematian tiga petugas polisi ini menegaskan bahaya yang dihadapi polisi setiap hari di negeri ini. Sebagai bangsa kita harus tegas mengatakan tak ada pembenaran terkait kekerasan terhadap penegak hukum,” tambah Obama.

Sebelumnya, tiga petugas kepolisian di Baton Rouge, Louisiana, Amerika Serikat ditembak, dan dikhawatirkan tewas.

Dilansir dari laman CNN, Wali Kota Baton Rouge Kip Holden mengatakan bahwa aparat keamanan masih berusaha mengendalikan keadaan.

“Tiga orang petugas polisi kemungkinan tewas,” ujar Kip saat diwawancara CNN.

Deputi sheriff juga disebut menjadi korban penembakan.

“Saat ini situasi di lapangan masih aktif. Mereka (polisi) masih melakukan investigasi,” kata Holden.

“Saat ini kami berusaha melakukan apa saja yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Holden meyakini bahwa pelaku penembakan juga berhasil dirobohkan. Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi dan kepastian mengenai identitas dan motif pelaku.

“Segalanya berlangsung sangat cepat dan saya belum bisa memverikasi semuanya,” ujar Holden.

Baton Rouge menjadi perhatian publik setelah penembakan oleh polisi yang menewaskan Alton Sterling, seorang warga kulit hitam.

Tewasnya Sterling pun memicu demonstrasi menentang aksi brutal polisi AS, yang dianggap melakukan diskriminasi rasial.

Tuduhan diskriminasi rasial muncul karena banyaknya jumlah warga kulit hitam di AS yang tewas di tangan polisi. Sebagian besar korban dianggap tewas karena prasangka rasial, dan bukan karena kejahatan yang dilakukan.

Tidak lama setelah peristiwa itu, penembakan misterius yang menargetkan polisi terjadi di Dallas, AS. Sebanyak 11 polisi ditembak, dan empat di antaranya tewas. (aud)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *