BeritaPrima.com, Padang – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dianugerahi gelar doktor kehormatan honoris causa (HC) yang kedelapan. Kali ini pria yang akrab disapa JK tersebut diberi gelar kehormatan dari Universitas Andalas (Unand) Padang.
Penganugerahan doktor kehormatan bidang hukum pemerintahan daerah tersebut dilaksanakan dalam rapat senat di Auditorium Unand, Padang, Senin (5/9/2016). Pada kesempatan itu, Wapres JK didampingi sang istri Mufidah Jusuf Kalla.
Sebelumnya pada 2007, Wapres JK juga dianugerahi doktor honoris causa dari Universitas Malaya, Malaysia. Lalu di tahun yang sama, JK juga mendapat anugerah sama dari Universitas Soka, Jepang.
Pada 2011, JK mendapat gelar doktor kehormatan dari UPI Bandung; Universitas Hasanuddin, Makassar; dan Universitas Brawijaya, Malang.
Setelah itu pada 2013, JK dianugerahi gelar yang sama dari Universitas Indonesia Depok. Kemudian pada 2015, JK mendapat gelar dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Dasar anugerah gelar yang diberikan Universitas Andalas merupakan usul tiga tokoh promotor, yaitu Profesor Saldi Isra, Profesor Todung Mulya Lubis, dan Profesor Elwi Danil yang kesemuanya ahli hukum.
JK mendapat gelar kehormatan itu karena dinilai sukses dalam bidang usaha dan industri serta politik, termasuk keberhasilan menjadi wakil presiden dengan presiden yang berbeda.
Dalam bidang hukum JK berperan dalam Pembentukan Ketetapan MPR Nomor XV/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pengaturan, Pembagian, dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional yang Berkeadilan, serta Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan RI.
Kemudian, JK dinilai sukses memediasi perdamaian di Aceh, Ambon, dan Poso sehingga telah menjadi inspirasi banyak pemimpin dalam membina masyarakatnya untuk hidup damai, tak terkecuali di Sumbar.
Lalu, Perundingan Helsinki dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Kemudian yang keempat adalah membumikan Desentralisasi Asimetris demi Meneguhkan NKRI.
Selain itu, masih banyak peranan JK yang dinilai menginspirasi banyak pemimpin nasional, seperti tanggap cepat penanggulangan bencana dan memajukan kepemudaan nasional. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta