BeritaPrima.com, Jakarta - Seorang kakek meninggal mendadak di tengah keramaian Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2016) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Lelaki yang diketahui bernama H Den Taulana tersebut meninggal dalam kondisi duduk di kursi pelanggan kios Triton Mart di Tower Borneo.
Semula tidak ada yang mengetahui bila lelaki yang di KTP-nya tercatat kelahiran Bukittinggi tahun 1958 ini meninggal dunia. Pasalnya dia seperti orang sedang tertidur di kursi. Maklum di lokasi tersebut memang tak jarang dijumpai orang yang duduk-duduk santai hingga larut malam.
Di sekitaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) memang terbilang ramai hampir 24 jam. Banyak orang gemar bermain domino atau sekedar nyanyi-nyanyi dengan gitar hingga menjelang subuh.
Menurut penjaga kios Triton, Agung, Taulana datang ke kiosnya dan kemudian duduk di kursi yang berlokasi dekat pintu masuk kios sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, lanjut Agung, Taulana mengeluh dadanya sesak.
“Sebelum duduk di kursi itu saya lihat dia sempat tiduran di sofa belakang. Terus dia datang dan mengeluh kalau dadanya sesak, lalu dia duduk di kursi. Saya kira sesak biasa, mungkin masuk angin karena habis tiduran kena angin. Makanya saya biarkan saja dan saya tingga ngobrol di sebelah. Kebetulan saya juga tidak kenal, karena baru kali ini duduk disini,” ujar Agung kepada BeritaPrima.com, di TKP, Kamis (11/8/2016) dini hari.
Tak lama berselang, sekitar pukul 01.50 WIB, seorang pegawai Seven Eleven yang kebetulan lewat di dekat Taulana melihat adanya kejanggalan. Dia kemudian memberitahu kejanggalan ini ke Agung. “Dia bilang kalau dari mulut bapak itu keluar busa. Saya pun langsung mengeceknya dan ternyata benar,” cerita Agung.
Namun saat itu Agung belum tahu kalau Taulanameninggal. Ia mengira Taulani hanya sakit atau mengidap asma. Karena bingung tak tahu apa yang terjadi, Agung lantas memberitahu teman-temannya yang kebetulan sedang asyik bermain domino di depan Rumah Makan Neo Sinar Pagi, tak jauh dari TKP. Jaraknya sekitar 10 meter dari TKP.
Setelah teman-teman Agung melakukan pengecekan ternyata Taulana sudah dalam kondisi seperti tak bernafas. Namun mereka tidak ada yang berani menyentuhnya karena takut terjadi sesuatu. Mereka berinisiatif untuk memanggil security atau satpam apartemen, karena mereka dianggap lebih berwenang.
Setelah dilakukan pengecekan nadi oleh sejumlah satpam ternyata Taulana sudah dalam kondisi tidak bernyawa. “Jadi, tidak diketahui secara pasti kapan meninggalnya. yang jelas ketika dicek sekitar puku; 02.00 WIB sudah tidak ada nafas,” ujar Agung.
Semula para satpam sempat bingung karena tidak ada yang mengenal kakek tua tersebut. Namun belakangan, ada diantara mereka yang mengetahui kalau Taulana merupakan saudara seorang pemilik kedai makan yang berlokasi di Tower Borneo, Apartemen Kalibata City.
Seraya menghubungi pihak keluarga, petugas satpam juga melaporkan kejadian ini ke Polsek Kalibata. Tak lama berselang petugas polisi datang dan langsung melakukan olah TKP. Bersamaan dengan itu,sejumlah kerabat Taulana datang, termasuk diantaranya seorang kakak perempuannya yang kebetulan tinggal di belakang kompleks apartemen.
Menurut sang kakak, Taulana sehari-harinya tinggal bersamanya. Maklum, lelaki berdarah Padang itu sudah tidak punya istri. Sedang dua anaknya kini tinggal di Malaysia. “Saya sudah menelepon anaknya. Tetapi dia kan jauh, tidak bisa langsung datang,” ujar sang nenek berusia 60 tahunan tersebut.
Proses meninggalnya Taulana memang tergolong sangat cepat dan juga senyap. “Bayangkan, kami yang duduk-duduk hanya berjarak cuma 5 meter tidak tahu kalau ada yang mau meninggal. Tidak ada teriakan atau apa. Tiba-tiba saja tidak bernyawa,” ujar Agung yang saat kejadian sedang ngobrol dengan temannya di sebelah kiosnya.
Bukan hanya Agung yang terkejut. Puluhan orang yang saat itu berada tak jauh dari TKP juga kaget. “Semoga saja beliau khusnul khotimah,” tutur Didit, salah seorang warga Kalibata City yang saat itu berada tak jauh dari TKP.
Setelah polisi melakukan olah TKP, jenazah langsung dibawa ke RS Fatmawati. Baru setelah itu dibawa ke kediaman kakaknya di Rawajati untuk dimakamkan. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta