BeritaPrima.com, Teheran – Pemerintah Iran ikut mengutuk serangan bom bunuh diri yang menargetkan warga Muslim Syiah di Qatif dan kota suci umat Islam di Madinah, Arab Saudi, menyerukan kedua negara untuk mengesampingkan perbedaan sektarian untuk menghadapi kaum ekstremis.
Melalui cuitan di media sosial Twitter, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Javad Zarif mengatakan baik Muslim Sunni dan Syiah akan terus menjadi korban jika tidak bersatu, karena para teroris tidak membedakan korban mereka.
“Tidak ada lagi garis merah bagi untuk dilintasi oleh para teroris. Sunni, Syiah keduanya akan terus menjadi korban kecuali kita bersatu,” cuit Menlu Zarif sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu, (6/7/2016).
Pernyataan senada juga disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi yang mendesak dibentuknya sebuah upaya militer regional dan internasional untuk melawan terorisme.
Saat ini, baik Iran maupun Arab Saudi terlibat dalam pertempuran dengan kelompok ISIS di Suriah dan Irak. Namun, kedua negara itu berada di dalam koalisi yang berbeda dengan Arab Saudi yang didukung oleh Amerika Serikat (AS) dan Iran yang cenderung dekat dengan Rusia.
Hubungan kedua negara memanas sejak tahun lalu setelah terjadinya Tragedi Mina yang menewaskan lebih dari 400 warga Iran. Awal tahun ini, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Iran setelah terjadi penyerangan terhadap Kedutaan Besarnya di Teheran terkait protes atas eksekusi mati yang dilakukan negara kerajaan tersebut terhadap ulama SYiah Nimr al Nimr. (aud)
BeritaPrima.com Bicara Fakta