Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Kamis , 28 Juli 2016
obesitas-bocah

Kisah Arya, Bocah Obesitas Dengan Berat 190 Kg

BeritaPrima.com, Bandung - Arya Permana jadi perhatian berbagai media belakangan ini, karena bocah 10 tahun asal Karawang itu mengalami obesitas. Bahkan obesitasnya berbeda dari obesitas pada umumnya. Bobot tubuhnya mencapai 190 kilogram.

Ade Somantri (40), ayah Arya, bercerita soal kehidupan anaknya yang tumbuh tidak lazim. Arya sendiri terlahir normal. Saat lahir, bobotnya sekira 3,8 kilogram. Seiring berjalannya waktu, Arya tumbuh sebagaimana anak-anak lainnya. Ia hidup normal hingga usia sekira empat tahun. Tapi setelah itu, bobot tubuhnya tidak diduga akan cepat membesar.

“Anak kami dari lahir kemudian tumbuh dengan normal. Tapi memasuki usia lima tahun, berat badannya bertambah drastis,” ujar Ade di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Senin (11/7/2016).

Anak Obesitas Mendapatkan Perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung

Nafsu makan Arya pun terus meningkat dari waktu ke waktu. Dampaknya, di usia antara delapan tahun berat badannya tumbuh hingga 72 kilogram. Padahal bobot idealnya adalah dibawah 50 kilogram.

Kondisi itu semakin parah. Hingga usia 10 tahun, pelan-pelan bobotnya bertambah hingga 100 kilogram, 140 kilogram, bahkan kini menjadi 190 kilogram. Bahkan ia pernah mencapai bobot 192 kilogram beberapa bulan lalu.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter di Karawang, Ade mengaku selama ini selalu menuruti keinginan sang anak terkait pola makannya. Dalam sehari, Arya mampu makan hingga lima kali. Itu belum termasuk camilan dan buah-buahan. Pisang misalnya, dalam sehari bisa makan sampai delapan dan apel bisa sampai empat buah.

Pelan-pelan, pola makan Arya mulai diubah setelah mendengar saran dari dokter. Kini, ia hanya makan sehari tiga kali sejak satu setengah bulan terakhir. Sisanya, ia lebih sering makan pisang atau buah-buahan lain sebagai pengganjal lapar.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *