BeritaPrima.com, Jakarta - Sebanyak 13 anak mendapatkan vaksin palsu di Rumah Sakit Umum Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Salah satu dokter rumah sakit, dr Ackni Hartati SpA mengaku pihaknya melakukan pemeriksaan pada rekam medis setiap balita.
Selanjutnya, berdasarkan rekam medis itu dapat diketahui jenis-jenis vaksin yang telah diperoleh setiap balita, termasuk vaksin yang diketahui palsu. Ini diketahui sesuai hasil pemeriksaan Bareskrim Polri.
“Vaksin yang terbukti palsu itu kan DPT, polio, HIB, Hepatitis B, dan campak. Vaksin-vaksin jenis itu yang diberikan pada vaksin ulang,” ujar Ackni di lokasi, Senin (18/7/2016).
Sementara itu, salah seorang keluarga korban vaksin Klinik Bidan Elly Novita, di Ciracas, Tuti (38), menyebut telah merogoh kocek hingga Rp2,5 juta untuk membiayai tiga kali vaksin DPT.
Namun, ternyata yang disuntikkan merupakan vaksin palsu. Selain itu, masih ada ratusan anak yang divaksin di klinik tersebut.
“Sebetulnya kami merugi, karena di klinik bidan itu kami membayar vaksin yang tidak pakai panas,” sesal Tuti.
Sedangkan saat mengikuti vaksin ulang di RSU Kecamatan Ciracas, putrinya mendapatkan vaksin biasa. Bahkan, kondisi tubuh seorang pasien bisa panas usai disuntik vaksin.
“Namun divaksin ulang, anak saya hanya mendapatkan vaksin yang biasa, yang diikuti dengan panas,” tandasnya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta