Moto Z Force
Untuk Moto Z Force, spesifikasi hardware-nya hampir mirip. Berbeda pada ketebalan ponsel, yaitu 6,99 mm, baterai yang lebih besar, 3.500 mAH, dan resolusi kamera utama yang lebih besar, 21 MP.
“Moto Z Force memiliki semua kemampuan yang sama dengan Moto Z, hanya saja dilengkapi dengan fitur anti-pecah (shattered shield) dan kapasitas baterai yang lebih besar,” kata Chau.
Kedua ponsel sudah menggunakan Android Marshmallow dan USB Type-C. Tidak ada jack audio 3,5 mm dalam Moto Z dan Moto Z Force, itu sebabnya ponsel tersebut bisa begitu tipis.
Ada tiga modul “lepas pasang” yang telah disiapkan oleh Motorola untuk Moto Z, yakni modul untuk proyektor (InstaShare Projector) yang bisa menampilkan gambar ukuran 70 inci, modul speaker (JBL SoundBoost) yang bisa bertahan selama 10 jam pemakaian, dan modul baterai (Power Pack) tambahan untuk memperpanjang umur baterai selama 20 jam.
Ke depannya, Motorola mengatakan tidak menutup kemungkinan akan dibuat modul tambahan lain, seperti kamera, lensa zoom optik, dll.
Moto Z, Moto Z Force, dan modul Moto Mods akan tersedia secara global mulai September 2016. Motorola belum merilis harga jualnya.
Dalam kesempatan yang sama, Lenovo juga memperkenalkan smartphone Project Tango pertama di dunia, Phab2 Pro. Ponsel Android dengan kemampuan memindai obyek 3D ini dibanderol 499 dollar AS. (feb)
BeritaPrima.com Bicara Fakta