Angka Keracunan Rokok Elektrik Makin Tinggi di Inggris
BeritaPrima - Rokok elektrik saat ini masih menjadi polemik. Bahkan, di Inggris angka keracunan akibat menghisap rokok tanpa tembakau ini semakin meningkat setiap tahun.
Guardian from the National Poisons Information Service (NPIS) melaporkan lebih dari sepertiga atau sekira 36,5 persen melibatkan usia belia. Sementara 56 persen lainnya melibatkan remaja berusia kisaran lebih dari 18 tahun.
Menurut Direktur Layanan John Thompson, sebagian besar kasus keracunan itu disertai bermacam gejala. Misalnya muntah, mual, pusing dan sakit perut. Bukan hanya itu, mereka juga diklaim berumur pendek.
“Penggunaan rokok elektrik telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Cairan yang ditemukan dalam rokok elektrik bisa sangat berbahaya,” ucapnya seperti dilansir Worldobserveronline, Jumat (9/1/2015).
Tambahnya, setiap kasus keracunan itu terdapat satu dari 10 pasien mengalami gejala keracunan lebih dari empat jam, sementara dua pasien lainnya mengalami gejala yang lebih lama lagi.
“10 persen pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit,” imbuhnya
Peningkatan angka keracunan sudah terdata sejak tahun 2005, di mana warga Inggris telah mengenal teknologi rokok elektrik yang tak memiliki pengaruh positif bagi seseorang. (aud)

