Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Rabu , 17 Agustus 2016
BJ_HABIBIE2

Mengapa Habibie Dulu Tidak Dimasalahkan Seperti Archandra?

BeritaPrima.com, Jakarta - Archandra Tahar bukan orang Indonesia pertama yang dipanggil ke Tanah Air untuk menjadi menteri setelah lama berkarier di Luar Negeri. Pada tahun 1974 ada Bacharuddin Jusuf Habibie yang lama berkarier di Jerman kemudian dipanggil kembali ke Indonesia oleh Presiden Soeharto untuk duduk di pemerintahan.

Seperti apa kisah Habibie yang lama berkarier di luar negeri kemudian kembali ke Tanah Air?

Setelah menamatkan studinya di SMAK Dago, Bandung, Habibie muda melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Mesin. Tahun 1954, tepatnya enam bulan sebelum lulus dari ITB Habibie memilih melanjutkan studinya di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule Jerman.

Tahun 1965 Habibie berhasil mendapatkan gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cumlaude. Dia mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang.

Habibie kemudian bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohn atau MBB Hamburg. Karier Habibie di Negeri Panser itu terus bersinar hingga akhirnya pada pada tahun 1973, dia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978.

Tak hanya jabatan mentereng, Pemerintah Jerman juga menawarkan kepada Habibie untuk menjadi warga negara kehormatan. Sebuah tawaran yang amat jarang diberikan oleh Jerman.

Namun, Habibie menolak tawaran tersebut. Dia memilih setia menjadi Warga Negara Indonesia. “Sekalipun menjadi warga negara Jerman, kalau suatu saat tanah air memanggil, maka Paspor Jerman akan saya robek dan saya akan kembali ke tanah air,”kata Habibie dalam buku, ‘Habibie dan Ainun’.

Pemerintah Jerman bisa memahami penolakan Habibie. Sebagai gantinya, Habibie diberikan keluasaan untuk tinggal di Jerman sepanjang yang dia mau. Di masa Filipina dipimpin Presiden Ferdinand Marcos, Habibie juga pernah ditawari untuk mengelola industri dirgantara di negara tersebut.

Lagi-lagi, Habibie menolak dengan alasan harus siap kembali ke Indonesia jika sewaktu-waktu tanah air memanggil. Dan benar, tahun 1974, Presiden Soeharto memerintahkan Mayjen TNI Ibnu Sutowo untuk menemui BJ Habibie di Jerman untuk membujuk agar dia mau pulang ke tanah air. Habibie, sosok anak bangsa yang cemerlang itu diminta kembali ke tanah air membangun industri dirgantara.

Selanjutnya >>

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *