Habibie langsung mengiyakan permintaan Presiden Soeharto dan bersedia kembali ke tanah air. Oleh Presiden Suharto, BJ Habibie diangkat menjadi penasihat pemerintah di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi hingga tahun 1978. Hingga akhirnya di tahun yang sama Habibie diangkat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.
Dia melepaskan jabatan dan posisi strategisnya di Jerman untuk fokus membangun industri pesawat terbang di tanah air. Habibie dengan mudah kembali ke tanah air karena statusnya adalah WNI. Dia tak pernah mengambil status warga negara kehormatan yang sempat ditawarkan Jerman.
“Pak Habibie dulu jelas bahwa beliau tetap WNI dan berstatus sebagai permanent resident di Jerman Barat. Beliau tidak pernah menjadi WN Jerman. Arsip mengenai hal tersebut seingat saya ada di Sekneg (Sekretariat Negara),” kata Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra, Minggu (14/8/2016).
Pulangnya Habibie ke tanah air berbeda dengan kasus yang saat ini tengah dihadapi Arcandra Tahar. Setelah 20 tahun berkarier di Amerika Serikat, Arcandra dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ke tanah air untuk menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Sayang kembalinya Arcandra Tahar ke Indonesia memicu polemik karena ternyata dia disebut pernah memiliki paspor Amerika Serikat. Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal mengatakan bahwa untuk mendapatkan paspor AS harus menjadi warga negara di negeri Paman Sam itu melalui proses naturalisasi.
Padahal pada saat yang sama, Arcandra juga masih memegang paspor Indonesia. Menteri ESDM Arcandra Tahar, Minggu pagi tadi sudah menjawab soal dugaan memiliki paspor AS tersebut. Dia menegaskan bahwa masih memiliki paspor Indonesia.
“Saya masih memegang paspor Indonesia. Proses-proses yang berkaitan di sana sudah saya kembalikan semua. Itu sudah dikembalikan. Silakan tanyakan yang ke berwenang. Saya masih WN Indonesia. Silakan cek paspor saya,” kata Arcandra tanpa penjelasan lebih detail soal proses yang sudah dia kembalikan kepada otoritas Amerika Serikat.
Arcandra juga tak menjawab pertanyaan soal apakah dia pernah mendapatkan status kewarganegaraan dari Pemerintah Amerika Serikat. (dik)
BeritaPrima.com Bicara Fakta