Sebagai salah seorang anggota Polri dan masuk Tim Jaguar, Suci kerap berhadapan langsung dengan pelaku kriminal. Bahkan, demi menjaga wilayah hukum Kota Depok, Suci pun tak pernah menolak ketika harus bertugas pada malam hari.
“Iya kan kami (Jaguar) kalau patrol seringnya malam. Kadang ada ketakutan, tapi kan ini sudah tugas dan amanah yang harus saya jalankan. Saya enggak sendiri kok, kan kami kerja tim. Ada teman-teman juga yang melindungi saya,” katanya.
Meski berpenampilan gagah karena dibekali senjata, dan memiliki kemampuan membela diri, namun Suci tetaplah seorang wanita yang kadang memiliki rasa takut ketika beraksi di lapangan. Digoda atau menjadi sorotan mata pria bagi Suci adalah hal biasa.
“Biasa itu digodain, paling kalau ada yang begitu saya kasih nomor hp aja. Hahaha… becanda, enggak kok. Ya enggak usah diladenin lah,” kata Suci.
Lahir 10 April 1994, Suci ternyata menyimpan alasan kenapa tertarik menjadi anggota Polri. Ia dendam, lantaran rumahnya kerap dibobol maling.
“Iya dulu dalam sebulan bisa tiga kali kemalingan. Pernah mamah aku uangnya sampai hilang Rp40 juta. Kesal lah ya, laporan sama polisi tapi enggak terungkap. Terus aku penasaran sama kerja polisi, ya aku coba daftar bintara deh tahun 2013,” kata dia.
Saat itu, Suci sempat tidak lolos dalam pendaftaran. Barulah setelah 2014 kembali mendaftar, ia pun lolos. Anak terakhir dari tiga bersaudara pasangan Madroji dan Hadiyati ini tadinya sempat menempuh kuliah di Uhamka jurusan Bimbingan Konseling.
“Pas diterima jadi polisi, ya aku pilih jadi polisi. Orangtua aku keduanya wirausaha,” ujarnya dengan senyum cantiknya.
BeritaPrima.com Bicara Fakta