Saat itu, Pohan kalah dalam Pilkada Medan dan meminta bantuan Ruhut.
“Dia bilang begini bang tolong bantu aku, kenapa? Saya dikejar debt collector padahal saya tidak puya utang. Maka itu saya selalu mengingatkan kepada kader Demokrat jangan bermain api. Ini yang melaporkan adalah tim suksesnya, sudah kalah jadi lah hutang itu kan ceritanya,” imbuhnya.
Ruhut pun meminta Pohan menghadapi kasus tersebut.
Karena, ia mengingat pesan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang melarang mengintervensi kasus hukum.
“Partai Demokrat dengan tegas bahwa partai kami ada pakta intergeritas. Kalau masalah pribadi selesaikan secara pribadi. Partai tidak akan intervensi kami sangat menghormati hukum,” ujarnya.
Mantan calon Wali Kota Medan, Ramadhan Pohan diberitakan dijemput paksa petugas Ditreskrimum Polda Sumut dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016).
BeritaPrima.com Bicara Fakta