Beginilah Fasilitas Jamaah Haji Tahun 2015

Para jamaah haji transit di asrama haji Podok Gede sebelm diberangkatkan. (Foto: BeritaPrima/dok)

Para jamaah haji transit di asrama haji Podok Gede sebelm diberangkatkan. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Jakarta - Kementerian Agama mengusulkan kepada pemerintah Arab Saudi agar menu katering makanan bagi jemaah haji asal Indonesia 2015 menggunakan selera Indonesia. Itu agar permasalahan makanan jemaah haji yang didominasi warga asal Indonesia bisa terlayani dengan baik.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Abdul Djamil, menyatakan selama ini menu makanan jemaah haji yang berada di Madinah dan Arafah-Mina masih memakai standar katering di Arab. Dia mengaku telah mengusulkan kepada pemerintah Arab untuk segera memakai produk katering Indonesia.

“Harus selera Indonesia. Maka kita minta kepada pemerintah Saudi melayani sesuai dengan selera kita,” ungkap Abdul Djamil di Semarang, Jawa Tengah, Senin 6 April 2015.

Selain masalah katering, Kementerian Agama tahun ini juga akan melakukan perbaikan antisipasi pemadatan jemaah. Sekarang ini, sedang dilakukan proses sewa pemondokan di Mekah dan Madinah.

“Agar tidak berjubel, maka satu kamar jemaah haji dibuat tidak terlalu padat,” ujar Djamil.

Untuk transportasi jemaah, dari pemondokan menuju Masjidil Haram, lanjut Djamil, Kemenag akan melakukan penyederhanaan terhadap zonasi. Jika sebelumnya jemaah yang menuju Masjidil Haram berjarak lebih dari 2 kilometer dari pondokan, saat ini menjadi maksimal 2 kilometer.

“Ini untuk memudahkan koordinasi antara pengelola dengan jemaah haji masing-masing,” imbuh dia.

Khusus masalah penerbangan, Kemenag telah berinisiatif melakukan perubahan rute. Jika sebelumnya rute penerbangan kloter jemaah haji 30 persen menuju Madinah dan 70 persen di Jeddah, untuk jemaah haji 2015 dibagi menjadi 50 persen Madinah dan 50 persen Jeddah.

Adapun kuota yang ditetapkan tahun ini tetap seperti pada tahun 2014, yakni sebanyak 168.800 jemaah. Jumlah itu mengingat daya tampung pemondokan di kota Mekah dan Madinah sangat terbatas.

“Apalagi di sana sekarang sedang tahap renovasi besar-besaran. Kita sudah koordinasi hal itu kepada pemerintah Saudi,” kata Djamil. (feb)

(Visited 14 times, 1 visits today)
Kategori: Peristiwa

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*